BMW K100, Touring Bike Kental Aura Vintage

 336 views

K100 merupakan buatan yang pertama kali diproduksi pada tahun 1982 lalu. Produksi motor ini dilakukan karena pada akhir tahun 1970-an, memiliki sejumlah masalah yang cukup pelik terkait dengan motor miliknya yang dibangun dengan flat-twin. Peraturan emisi di AS dan Uni Eropa membuat kontrol yang dibutuhkan lebih dari jumlah bahan bakar yang masuk ke ruang bakar. Kemudian, ada juga persaingan dengan Jepang, serta tuntutan untuk membuat motor premium dengan 4 silinder.

BMW K100 – www.motorcyclespecs.co.za

Dengan kombinasi tersebut, berarti BMW harus memproduksi yang unggul yang membuat mereka mengeluarkan di kelas premium dengan tinggi. Kala itu, hanya BMW, Moto Guzzi, dan Harley Davidson yang menjadi pemain utama di pasar high-end dan belum menawarkan pendinginan liquid-cooled.

Akhirnya, pada tahun 1977, Josef Fritzenwenger menggunakan prototipe PSA-Renault X-Type engine dari Peugeot 104. Mesin yang dipasang dengan sudut 72 derajat pada Peugeot 104 diletakkan datar dalam bingkai dengan crankshaft di sebelah kanan, berjalan sejajar dengan garis tengah frame. Tata letak ini, yang kemudian dipatenkan BMW, sangat cocok untuk drive shaft tradisional BMW. Layout baru juga membuat pusat gravitasi motor rendah, yang meningkatkan penanganan motor, dan membuat ruang di belakang roda depan tersedia untuk radiator.

Fritzwenger ini kemudian dikembangkan oleh tim yang dipimpin oleh Stefan Pachernegg, berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh R. P. Michel dan K. V. Gevert. Martin Probst, yang sebelumnya bekerja untuk pengembangan Formula Two BMW, bertanggung jawab untuk pengujian mesin dan pengembangan.

Di bagian jantung pacu, BMW K100 menggendong mesin 4-stroke, longitudinal DOHC, berkapasitas 987cc. Dengan modal tersebut, motor sport touring ini mampu memuntahkan tenaga maksimal hingga 66 kW pada putaran 8.000 rpm dan torsi puncak menembus 85,8 Nm pada putaran 6.000 rpm melalui sistem transmisi manual 5 percepatan.

Untuk ukuran motor lawas, usia BMW K100 tergolong cukup lama karena mampu bertahan hingga tahun 1992. Saat ini, produk bekas motor keren tersebut ditawarkan dengan harga sekitar Rp135 jutaan. Berikut teknis BMW K100.

Produksi 1982-1991
Kelas Sport touring
Tipe Mesin 4-stroke, longitudinal DOHC, 2 valve per cylinder, liquid-cooled
Mesin 987cc
Diameter x Langkah 67 x 70 mm
Daya Maksimum 65,6 kW @ 8.000 rpm
Torsi Maksimum 86 Nm @ 6.000 rpm
Kecepatan Maksimum 216,3 km/jam
Transmisi 5-speed
Tipe Rangka Tubular steel
Suspensi Depan Teleskopik
Suspensi Belakang Single-sided swing arm
Rem Depan Dual disc 285 mm, 2-piston
Rem Belakang Single disc 285 mm, single-piston
Ban Depan 100/90-18
Ban Belakang 130/90-17
Dimensi 2.220 x 960 x 1.155 mm
Berat 239 kg
Jarak Sumbu Roda 1.516 mm
Jarak ke Tanah 175 mm
Tinggi Jok 810 mm
Kapasitas Bahan Bakar 22 L
   
Penulis: