Ducati Cucciolo 48, Cikal Bakal Sport Bike Ducati

Jika Anda penggemar sport kelas premium, Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan merek . Merek asal Negeri Pizza itu memang dikenal sebagai brand yang konsisten meluncurkan seri sport terbaik dan termasuk dalam kategori premium. Tidak cuma motor sport, juga punya beberapa jagoan di segmen adventure atau petualangan yang terangkum dalam Multistrada.

Ducati Cucciolo 48 – en.wikipedia.org

 

Jika ditelusuri ke belakang, -produk motor sport bikinan Ducati ternyata memiliki sejarah yang panjang. Bahkan, tidak banyak tahu, bahwa sebelum melemparkan sport yang mayoritas elegan dan berkelas, produk Ducati diawali dengan sepeda yang notabene relatif kecil, baik untuk ukuran dimensi bodi maupun kapasitas . Dan, sejarah motor sport Ducati ini bermula dari Cucciolo.

Ducati Cucciolo diketahui pertama kali dikembangkan pada tahun 1944 silam, yang merupakan sepeda yang dicangkok mesin dan dibangun oleh seorang pengacara asal Turin yang bernama Aldo Farinelli, dibantu oleh insinyur otodidak, Aldo Leone. Sebelumnya, selama Perang Dunia II, Aldo Farinelli sudah mulai bekerja di perusahaan Società Italiana per Applicazioni Tecniche Auto-Aviatorie dengan ide pengembangan mesin kecil yang bisa dipasang pada sepeda.

Prototipe pertama Farinelli dan Leone berlari di jalan-jalan Turin di musim gugur 1944. Motor ini dinamakan Cucciolo (anjing kecil) karena suara knalpot yang menyalak layaknya binatang tersebut. Berat sepeda beserta mesin sekitar 17 pon atau 7,7 kg, dengan konsumsi bahan bakar yang sangat irit, yaitu satu liter untuk menempuh jarak 77 km.

Pada tanggal 26 Juli 1944, hampir satu bulan setelah pembebasan negara, Siata mengumumkan niat mereka untuk menjual mesin Cucciolo kepada publik. Ini adalah desain baru yang muncul pertama kali di Eropa pasca-perang. Beberapa pengusaha membeli mesin kecil dalam kuantitas dan menginstal mereka dalam bingkai, sehingga menawarkan untuk penjualan unit lengkap.

Sayangnya, banyaknya permintaan yang tidak dibarengi dengan kekuatan produksi membuat Siata harus memutar otak. Akhirnya, keterbatasan dana membuat mereka menemukan mitra manufaktur di Borgo Panigale, dekat Bologna, yang dikenal dengan nama Ducati. Sebelumnya, Ducati adalah nama terkenal dalam produk elektronik dan peralatan, dan setelah Perang Dunia II, mereka mencari peluang baru untuk pekerja dan fasilitas, sehingga perjanjian lisensi dengan Siata tercapai.

Setelah kerja sama ini, produksi yang hanya 15 unit pada tahun 1946 naik menjadi lebih dari 25.000 unit di tahun-tahun berikutnya, ketika Ducati mencapai kesepakatan eksklusif untuk produksi. Pada tahun 1952, Cucciolo tercatat telah terjual sebanyak 200 ribu unit. Seiring dengan perkembangan zaman, Ducati kemudian secara berkesinambungan membenahi sepeda mesin mereka sampai Cucciolo berubah wujud sedikit demi sedikit menjadi sepeda motor “sesungguhnya”.

Ducati akhirnya menawarkan sebuah moped lengkap yang didasarkan pada mesin batang tarik, menghapus pedal dan menambahkan gearbox 3 percepatan. Perusahaan ini menciptakan model 48 yang diproduksi hingga tahun 1954, dan kemudian model 55E dan 55R. Model Cucciolo 48 memiliki tangki bahan bakar yang terintegrasi ke dalam bingkai, dan swing arm untuk suspensi belakang.

Model berikutnya menjadi lebih nyata dalam hal desain sepeda motor, dengan frame baja. Kapasitas mesin tumbuh menjadi 60cc, yaitu model Cucciolo 60 dan Cucciolo 60 Sport, dan akhirnya ke kapasitas 65cc, yaitu Cucciolo 65 Sport, Cucciolo 65T, Cucciolo 65TL, dan Cucciolo 65TS. Generasi mesin Cucciolo secara bertahap digantikan oleh model 98, yang dimulai pada tahun 1952.

   
Penulis: