Fungsi, Cara Merawat, dan Harga Radiator Sepeda Motor

 1321 views

Tidak cuma mobil saja yang menggunakan radiator, masa kini juga telah dilengkapi dengan tersebut. Fungsi radiator pada adalah sebagai pendingin agar performa kuda besi tetap tinggi sekaligus efisien.

Radiator Sepeda Motor – motoralap.blogspot.com

 

Secara garis besar, fungsi radiator pada sepeda motor memang sebagai pendingin mesin. Panas yang dihasilkan mesin akan diserap cairan atau radiator coolant yang bersirkulasi lewat water jacket di silinder dan kepala silinder. Lalu, cairan panas ini akan didorong (disedot) menuju radiator. Di komponen yang terbuat dari banyak pipa kecil ini, cairan akan tersebar. Karena banyak sirip yang dilalui angin, maka suhu turun. Kemudian, cairan yang sudah didinginkan akan berputar kembali ke dalam mesin.

Namun, agar suhu mesin tetap optimal, ada di kisaran 89-90 derajat Celcius, maka dibutuhkan komponen tambahan. Pertama, thermostat, komponen yang ibarat gerbang untuk air di saluran. Jika suhu mesin masih terlalu dingin, maka cairan tak bersirkulasi ke radiator. Jika suhu meningkat, baru membuka, sehingga bisa didinginkan di radiator.

Jika cairan sudah bersirkulasi namun suhu tetap tinggi, maka kinerja radiator akan dibantu extra fan atau kipas tambahan. Fungsinya, tentu untuk menyedot udara dari depan radiator, sehingga pendinginan bisa berlangsung. Biasanya, kipas tambahan ini bekerja saat motor terjebak di kemacetan ketika tak ada embusan angin.

Jika dilihat dari konstruksi, ada dua radiator yang banyak digunakan pada sepeda motor. Pertama, build in liquid cooled radiator atau menyatu yang banyak dijumpai pada matik. Kemudian, radiator model terpisah yang banyak digunakan pada sepeda motor .

Karena memiliki fungsi yang sangat penting, para pemilik sepeda motor disarankan untuk memeriksa radiator secara berkala. Lalukan pencucian radiator menggunakan air yang mengalir agar kotoran yang menempel dapat terlepas dengan sendirinya. Selain itu, cek juga tabung cairan cadangan atau reservisor. Dan, setiap melakukan servis motor di bengkel, alangkah baiknya meminta mekanik untuk memeriksa bagian radiator untuk mengetahui apakah komponen tersebut bocor atau tidak.

Selain bawaan motor, di pasaran juga tersedia radiator aftermarket yang didesain lebih besar dibandingkan model standar. Model ini sering diaplikasikan untuk keperluan balap atau besutan yang sudah menaikkan performa mesin sehingga suhu kerja meningkat.

radiator sendiri bervariasi, tergantung jenis sepeda motor. Radiator untuk motor R25 dan MT25 misalnya, dibanderol sekitar Rp3,8 jutaan. Sementara, radiator untuk Kawasaki ER-6n dijual Rp3,3 jutaan. Adapun radiator untuk Kawasaki Ninja 250, dilepas di kisaran Rp3,5 jutaan.

Baca juga:   Honda & Hitachi Kerjasama Produksi Motor Listrik
   
Penulis: 

Komentar ditutup.