Gagal Penuhi Standar Emisi, Suzuki Hayabusa Bakal Stop Produksi di Eropa Mulai Tahun Depan

Jakarta – Saat pertama kali dirilis tahun 1998 silam, gede (moge) Suzuki GSX1300R atau yang lebih dikenal dengan sebutan berhasil menyedot perhatian para penggemar otomotif. Pasalnya Suzuki kala itu sukses memecahkan rekor sebagai umum yang memiliki kecepatan paling tinggi.

Suzuki Hayabusa – www.autos.id

Hayabusa generasi pertama yang diluncurkan pada Oktober 1998 silam mengusung 4 silinder dengan 1.300 cc yang diklaim dapat menyemburkan tenaga lebih dari 152 daya kuda. tersebut dipadukan dengan gearbox 6 percepatan dan 3 mode berkendara. Dengan tenaga sebesar itu motor Suzuki Hayabusa bisa mencapai kecepatan maksimum lebih dari 320 km per jam. Luar biasa sekali bukan?

Tetapi oleh badan keamanan transportasi Eropa, Hayabusa versi pertama dinilai terlalu berbahaya. Alhasil Suzuki memproduksi Hayabusa generasi kedua yang kecepatannya dibuat sedikit lebih rendah, hanya mencapai 300 kilometer per jam.

Sayangnya, motor yang cukup fenomenal ini rupanya terpaksa dihentikan produksinya. “Untuk bisa menghasilkan tenaga besar, beberapa aturan mengenai emisi gas buang harus dilupakan. Alhasil, motor tersebut tidak memenuhi yang diterapkan di Eropa,” demikian seperti dilansir Indianautosblog.

Salah satu media Inggris juga sempat menyebutkan jika Suzuki Hayabusa produksinya dihentikan lantaran tidak memenuhi standar emisi Euro 4 yang mulai berlaku pada 1 Januari 2016. Hayabusa pun dikabarkan gagal mematuhi peraturan keselamatan yang tercantum pada Peraturan EU 168/2013.

Lalu pertanyaannya, kenapa motor ini produksinya tak dihentikan dari awal? Rupanya alasannya pihak regulator menawarkan masa tenggang selama 2 tahun untuk menjual model-model yang tak sesuai dengan aturan tersebut. Masa tenggang yang diberikan untuk produksi adalah bulan ini. Tetapi Suzuki Hayabusa tetap diperkenankan untuk dijual di berbagai pasar seperti AS sampai akhir 2019, tetapi dianggap ilegal di pasar Eropa mulai tahun 2019 depan.

Suzuki Hayabusa yang beredar di pasaran saat ini merupakan generasi yang kedua, usai memperoleh berbagai fine-tuning tahun 2008. Akan tetapi banyak yang menilai jika versi baru tersebut tidak sedemikian ‘liar’ seperti generasi awal.

   
Penulis: