Honda Nova Tena, Jagoan Underbone 2-Tak Asia Tenggara

 3354 views

Pada pertengahan dekade 1990-an, khususnya di kawasan Asia Tenggara, pernah memiliki 2-tak yang menjadi jagoan untuk segmen underbone. Berlabel Honda Nova Tena, ini hampir dipakai semua pembalap asal dan selalu mendominasi kelas underbone 110-115cc.

Honda Nova Tena pertama kali dirilis di Thailand pada sekitar tahun 1980-an. Dengan label Nova Tena S, motor ini berada satu angkatan dengan motor underbone pertama milik Suzuki, yaitu Suzuki RC100 Sprinter.  Nova Tena S dibekali berkapasitas 115cc, yang mampu menghasilkan daya hingga 11,8 hp pada putaran 11.000 rpm. Sebuah tenaga yang cukup mumpuni untuk kelas motor 105cc saat itu.

Honda Nova Tena juga sebenarnya memiliki beberapa varian, yaitu Nova Tena S (kopling ), Nova Tena R (kopling ), dan yang paling canggih tingkatannya, Nova Tena RS (kopling dan close ratio). Seri Nova Tena RS pun dibagi menjadi dua berdasarkan mesinnya, yaitu Tena RS 105cc dan Tena RS 110cc. Sementara, Tena RS 110 terbagi menjadi dua varian, Tena RS 110cc itu sendiri dan Tena RS 110cc Super.

Dari sekian varian Honda Nova Tena, Tena RS 110 mungkin merupakan varian yang paling populer. Motor yang dirilis pertama kali antara tahun 1993-1994 tersebut, sudah dilengkapi piranti keamanan yang mumpuni, seperti rem cakram di depan dan belakang. Selain itu, Tena RS 110 juga sudah mengadopsi peredam kejut berupa monoshock di bagian belakang.

Secara tampilan, Nova Tena RS 110 mengusung yang lebih modern dan tidak kaku seperti para pendahulunya. Posisi lampu depan dan belakang yang dulunya menganut bercuping, kini sudah menyatu pada kedok lampu (untuk lampu depan) dan bodi belakang (untuk lampu belakang). Lalu, beberapa tahun setelah dirilis, pihak Honda pun melakukan upgrade pada Tena RS 110 dengan mempercantik stoplamp serta pengaplikasian velg cast wheel pada kaki-kakinya.

Untuk sektor dapur pacu, Honda Nova Tena RS 110 dibekali mesin berkapasitas 109cc, 2-stroke. Seperti kakaknya, motor ini juga mampu menyemburkan tenaga hingga 11,8 hp pada putaran mesin 11.000 rpm. Bedanya, tenaga tersebut sudah disalurkan melalui sistem transmisi 5 percepatan.

Di ajang balapan nasional, pembalap yang sukses menjadi juara nasional dengan menunggangi kuda besi ini antara lain Imanuddin dan Ahmad Jayadi. Kemudian, ada juga pembalap Rafid Poppy Sugiarto yang mengobrak-abrik dominasi pembalap top Hendriansyah yang saat itu membela Suzuki.

   
Penulis: