Kabar Diskon & Pembangunan Pabrik Motor KTM di Indonesia Ternyata Hoax!

 1631 views

Jakarta – Para penggila sebelumnya sempat dibuat heboh dengan berita yang menyatakan bahwa KTM Duke dan RC series di Indonesia bakal turun harga. Rupanya langkah penurunan dari PT Penta Jaya Laju Mandiri (PLJM) di Gaikindo International Auto Show (GIIAS) 2016 mulai 11-21 Agustus tersebut dibantah langsung oleh PT Jaya Selaras Sejahtera (JSS), sang agen pemegang merek (APM).

Padahal PT PJLM sendiri berstatus agen pemegang merek KTM untuk motor dengan kecil dari India, mulai 390-200 cc.

Terkait isu pembuatan pabrik di Indonesia dalam waktu dekat yang dikatakan oleh PT PJLM sebelumnya juga ilegal dan tidak benar.

KTM di GIIAS 2016
[foto:blackxperience.com]

“Ada pihak yang overlapping dalam memberikan press conference. Dealer kan seharusnya tidak punya kewenangan kecuali mendapatkan persetujuan dari APM. Itu saja masalah utamanya,” kata Jimmy Budhijanto, Presiden Direktur PT JSS, Jumat (19/8).

Terkait rencana pembangunan pabrik KTM di Indonesia juga langsung disanggah oleh Jimmy. “Yang saya tahu tidak ada rencana itu dalam waktu dekat. Kemarin lusa sudah saya confirm secara lisan dengan pihak prinsipal di Austria,” imbuhnya.

Sementara itu Jimmy menjelaskan lebih detail tentang kerjasama antara KTM dan Bajaj. “Itu adalah release resmi dari KTM Austria, bahwa Bajaj resmi join forces untuk Indonesia dan PT JSS hanya big bike di atas 400 cc,” ujarnya.

“Untuk small engine kurang dari 400 cc dihandle oleh Bajaj. Dan Bajaj telah menunjuk PT PJLM sebagai agen pemegang merek sesuai agreement yg di tandatangani pada tanggal 12 Agustus lalu,”

“Siapa pun itu, tidak berhak untuk menurunkan harga tanpa persetujuan PT. JSS. Itu perdagangan melanggar hukum. Ini telah meresahkan dan dealer resmi dari KTM Indonesia,” tegas Jimmy.

“Dalam hal penjualan tersebut, PT. JSS tidak akan bertanggung jawab atas purna jual,” tandasnya.

“Kami tidak pernah mengeluarkan program diskon. Apalagi sampai senilai 20 juta rupiah per unitnya,” tutup Jimmy Budhijanto.

   
Penulis: