Kanzen Daelim Roadwin 200, Sport Bike Lokal Ala Ducati

 108 views

Jika kita kembali ke era tahun 2000-an lalu, kita tentu masih ingat bahwa ketika itu, industri roda dua di Indonesia diserbu oleh banyak merek asal China, Taiwan, dan juga Korea Selatan. Kala itu, merek-merek ini berani bersaing dengan brand-brand asal Jepang yang terlebih dulu populer, seperti Honda, , Suzuki, dan . Salah satu senjata untuk bisa bersaing, merek-merek asal China dan Korea ini menawarkan produk-produk mereka dengan harga yang lebih murah.

Kanzen Daelim Roadwin 200 – www.serayamotor.com

Namun, selain asal China dan Korea, sebenarnya ada beberapa pabrikan dari dalam negeri yang juga ikut menggeliat pada era itu, salah satunya Kanzen. Namun, karena hadir bersamaan dengan merek asal Negeri Tiongkok maupun Negeri Ginseng, banyak yang tidak mengetahui bahwa brand yang satu ini berasal dari Indonesia.

Kanzen pertama kali dibangun pada bulan Juni 2000 oleh PT Semesta Citra Motorindo yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh Rini Suwandi (mantan menteri perindustrian). Kala itu, ada banyak produk motor yang dihasilkan oleh Kanzen, di antaranya Kanzen Scudetto yang bermain di segmen , Kanzen Taurus dan Kanzen Taurus Ultima di pasar moped, serta Kanzen Pesona.

Selain motor-motor tersebut, Kanzen ternyata juga sempat merilis sebuah sepeda motor yang kemudian dinamakan Kanzen Roadwin 200. Sepeda motor ini pertama kali menyapa publik otomotif Indonesia dalam ajang JMS yang digelar pada tahun 2008 silam. Di kalangan penggemar, motor ini juga lebih populer dengan sebutan Kanzen Daelim Roadwin 200 karena mengusung mesin yang dibuat pabrikan asal Negeri Ginseng tersebut.

Daelim Motor Company sendiri merupakan salah satu penguasa pasar otomotif roda dua di Korea Selatan. Dibangun sejak tahun 1962, perusahaan ini telah bekerja sama dengan Honda Motor Company, Jepang. Di pasar Indonesia, selain Roadwin 200, Daelim juga memasok mesin untuk motor Roadwin 125 dan Roadwin 150 yang juga diproduksi oleh Kanzen.

Secara tampilan, Roadwin 200 mengusung desain sport bike yang kental. Berbeda dengan model Daelim Roadwin 125 dan 150 yang dibuat di Korea Selatan, maka model ini diproduksi langsung oleh PT Kanzen Motor Indonesia di pabrik mereka di kawasan Karawang Timur, Jawa Barat. Selain kapasitas mesin, Daelim Roadwin 200 juga mengusung teknologi yang berbeda dibandingkan model Roadwin 125 dan 150, terutama pada kepala silinder. Jika model Roadwin 125 dan 150 membawa 4 klep dengan satu camshaft, maka model Roadwin 200 cukup menggunakan 2 klep dengan satu noken as dan rocker arm yang didukung bearing.

Meski demikian, desain bodi model ini tidak jauh berbeda jika dibandingkan dua saudaranya. Roadwin 200 memiliki aura khas Cagiva Raptor atau Monster. Bodywork motor yang kekar dan garis desain yang tegas semakin memperkuat karakter sporty kuda besi ini. Di samping itu, bobot motor ini juga lebih enteng dibandingkan motor lain di kelasnya, seperti Honda Tiger atau Yamaha Scorpio.

Di bagian jantung pacu, Kanzen Roadwin 200 membawa mesin 4-stroke, SOHC, 4 valve, pendingin udara, berkapasitas 200cc. Dengan modal tersebut, motor ini mampu meletupkan maksimal 12 kW pada putaran 9.000 rpm dan mencapai torsi puncak di angka 15 Nm pada putaran 7.000 rpm. Berikut umum Kanzen Roadwin 200.

Dimensi 2.010 x 740 x 1.050 mm
Berat 143 kg
Kapasitas Bahan Bakar 15,6 L
Tipe Rangka Double cradle
Suspensi Depan Teleskopik
Suspensi Belakang Swing arm
Tipe Mesin 4-stroke, SOHC, 4 valve, air-cooled
Kapasitas Mesin 200cc
Daya Maksimum 12 kW @ 9.000 rpm
Torsi Maksimum 15 Nm @ 7.000 rpm
Transmisi Manual, 5-speed

Ketika pertama kali dipasarkan pada April 2009, motor ini ditawarkan di kisaran harga Rp19 jutaan. Saat ini, produk bekas Kanzen Roadwin 200 dijual dengan harga mulai Rp9,75 jutaan.

   
Penulis: