Lima Motor Touring Legendaris di Dunia

 7247 views

Touring bike, atau biasa disebut dresser bike, adalah jenis yang diproduksi untuk mengakomodasi keperluan berkendara jarak jauh. Meski sebenarnya berbagai jenis mampu digunakan untuk melakukan perjalanan jarak jauh (apalagi di Indonesia), namun beberapa pabrikan telah merancang dan membangun khusus untuk mengakomodasi keperluan touring.

Beda dengan motor kebanyakan, touring bike memiliki beberapa komponen khas, seperti tangki BBM yang super besar, dengan tenaga mumpuni di putaran rpm bawah, hingga penyangga duduk serta side box belakang berukuran besar. Selain itu, touring bike biasanya juga dilengkapi windshield & half-fairing berukuran besar, fungsinya untuk melindungi pengendara dari terjangan angin selama perjalanan.

Ada banyak motor yang diproduksi untuk keperluan touring. Berikut beberapa di antara motor touring yang dianggap terbaik dan menjadikannya legenda.

Harley Davidson Electra Glide

Berbicara touring bike, nama yang wajib ada adalah Harley Davidson. Bahkan, pabrikan ini bisa dibilang yang pertama kali memainkan segmen ini dengan meluncurkan Harley Davidson Electra Glide pada tahun 1965 silam. Motor spesialis touring ini merupakan motor top-of-the-line yang mendefinisikan ulang fully loaded. Electra Glide juga sudah dibekali fairing gambot dan box peralatan besar.

Untuk memperingati perjalanan 110 HD, pada tahun 2013 lalu telah diluncurkan Ultra Classic Electra Glide. Motor ini dibekali mesin stroker Twin Cam 110 atau berkapasitas 1.802cc. Sistem koplingnya sudah menerapkan jenis hidrolik untuk mengimbangi kapasitas mesinnya yang besar.

Fitur lain yang tersemat di motor ini antara lain desain deflector yang rendah, tatanan dashboard yang sedikit bernuansa art deco modern, serta jok dan fender yang lebih menawan. Di Indonesia, moge ini dibanderol di kisaran Rp426 jutaan.

Harley Davidson Electra Glide

 

R100RT

Setelah Harley Davidson, pabrikan lainnya, yaitu BMW, tak mau ketinggalan meluncurkan produk touring bike. Pada tahun 1970-an, pabrikan ini resmi merilis BMWR100RT, yang memiliki performa ability lebih menjanjikan dibanding Electra Glide.

BMWR100RT dibekali mesin 4-stroke, 2 silinder horisontal, berpendingin udara. Motor dengan kubikasi mesin 980cc tersebut mampu menyemburkan tenaga hingga 70 hp pada putaran mesin 7.250 rpm, serta torsi maksimal mencapai 77 NM pada putaran mesin 5.500 rpm.

Dengan tenaga tersebut, moge ini sempat menjadi motor touring terlaris di zamannya. Sayangnya, pada tahun 1984, pihak BMW memutuskan untuk menghentikan produksi motor ini.

BMW R100RT

 

GL1000 Gold Wing

Menapaki kesuksesan BMW R100RT, pabrikan asal , , juga merilis motor touring pada pertengahan tahun 1970-an. Berlabel GL1000 Gold Wing, motor ini merupakan motor touring pertama yang dihasilkan pabrikan asal .

Honda GL1000 Gold Wing memiliki bodi horizontal yang membuatnya tampak lebih rendah. Selain itu, bodi motor ini 1 inci lebih pendek dan 3,5 inci lebih sempit dibanding milik BMWR100RT. Meski begitu, Honda telah menyematkan fairing dan boks besar namun dijual terpisah.

Motor touring yang melegenda tersebut dibekali mesin berkapasitas 999cc, single-overhead cam, 2-valve, dan berpendingin udara. Dengan kapasitas mesin tersebut, GL1000 Gold Wing mampu menyemburkan tenaga hingga 78 hp pada putaran mesin 7.000 rpm, serta torsi maksimal mencapai 83 Nm pada putaran mesin 5.500 rpm. Sementara, kecepatan maksimal yang bisa ditempuh adalah 178,6 km/jam.

GL1000 Gold Wing

 

Venture Royale

Menyadari bahwa peralatan tambahan berukuran besar bisa membuat handling motor menjadi sangat buruk, maka Yamaha meluncurkan inovasi baru dalam segmen motor touring. Pada tahun 1984, pabrikan asal Jepang itu merilis Yamaha Venture Royale, motor touring bermesin V-4 yang sudah dilengkapi half-fairing gambot dan boks berukuran besar sebagai standarnya.

Tak hanya lebih komplit, Venture Royale juga memiliki handling yang mumpuni meski dijejali part yang tergolong punya bobot berat. Dibandingkan dengan GL1000 Gold Wing, tampilan Venture Royale tampak lebih sangar. Untuk sektor dapur pacu, Venture Royale dibekali mesin berkapasitas 1200cc (berbasis mesin V-max), termasuk liquid cooled.

Honda GL1800 Gold Wing

Sebelum merilis motor ini, Honda sempat meluncurkan GL1500 Gold Wing. Meski sukses menyaingi Yamaha Venture Royale, namun GL1500 Gold Wing membawa angin buruk bagi segmen motor touring, terutama pada tahun 1980 hingga 1900-an.

Kemudian, BMW merilis K1200GT di awal milenium, yang mampu meruntuhkan dominasi GL1500 Gold Wing selama hampir 10 tahun. Namun tak butuh waktu lama untuk ‘membalas’, Honda lalu memperkenalkan GL1800 Gold Wing, motor touring bermesin Flat-6. Motor ini langsung menjadi raja, setidaknya hingga motor touring berevelosi menjadi touring.

GL1800 Gold Wing mengusung mesin berkubikasi 1.832cc, liquid cooled, horizontally opposed six-cylinder, dengan 2-valve di tiap silindernya. Motor dengan transmisi 5 percepatan tersebut mampu memuntahkan tenaga hingga 118 hp pada putaran mesin 5.500 rpm, serta torsi maksimal mencapai 167 Nm pada putaran mesin 4.000 rpm.

   
Penulis: