Pemasaran Sepeda Motor Listrik harus didukung Sarana Transportasi Umum yang Memadai

 2968 views

Jakarta – Upaya untuk menggantikan konvensional berbahan bakar bensin dengan nampaknya belum bisa diwujudkan dalam waktu dekat. Pasalnya, ada beberapa hal yang masih memerlukan pengembangan untuk membuat sepeda layak digunakan sebagai alat transportasi massal di masa depan.

dapurpacu.com

 

“Kita tahu persis bahwa sepeda motor listrik dibanding bensin masih kurang murah, serta jangkauan dan kecepatannya juga masih rendah. Sementara, itu berbeda dengan harapan masyarakat kita,” tutur Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Darat dan Perkeretaapian Sigit Irfansyah, Sabtu (5/3).

Dalam pandangan Sigit, karakter masyarakat yang mengandalkan sepeda motor sebagai kendaraan jarak jauh, semisal untuk pulang kampung, belum bisa dipenuhi oleh sepeda motor listrik.  

“Dan citra tersebut belum bisa direalisasikan pada kendaraan listrik. Maka dari itu kita harus mengubah paradigma dan menyosialisasikan tujuan sepeda motor listrik,” ujarnya mantap.

Menurut Sigit, pandangan masyarakat untuk menggunakan sepeda motor sebagai alat transportasi jarak jauh harus dialihkan ke alat transportasi umum. Setelah itu, barulah sepeda motor listrik bisa masuk ke pasaran dengan sukses.  

“Ke depannya kita naik sepeda motor khususnya yang listrik, bukan diharapkan untuk jarak 300 km lagi, tetapi hanya 20 km. Tentunya dengan dukungan angkutan umum yang baik. Kita harus ubah paradigma itu, dan kita sosialisasikan,” pungkasnya.

Di kesempatan berbeda, Chairman Motor Company Limited Fumihiko Ike menyampaikan hal senada. Ike juga mendukung pengembangan segmen transportasi umum yang salah satunya dapat diintegrasikan dengan sepeda motor listrik.

“Dengan yang dimiliki saat ini, kegunaan sepeda motor listrik bisa diperluas segmennya. Seperti salah satunya dengan menggabungkan ini pada yang terhubungan dengan transportasi umum,” katanya.

Ike menjelaskan bahwa keberadaan sepeda motor listrik dapat berperan sebagai kendaraan jarak dekat atau last one mile, layaknya ojek atau taksi.

   
Penulis: