Suspensi Teleskopik: Cara Kerja, Kelebihan, dan Kelemahannya

 4466 views

Bagi para pencinta , pasti sudah tidak asing lagi dengan shock breaker depan atau suspensi depan. Suspensi ini memiliki fungsi sebagai penyangga dan juga penopang , khususnya di bagian depan, dengan tugas inti sebagai peredam kejut dari jalanan yang tidak rata.

suspensi teleskopik – www.limbahtrailmurah.com

 

Ada dua suspensi depan yang cukup dikenal, yaitu teleskopik dan upside down (USD). Namun, kebanyakan motor yang dirilis oleh pabrikan belakangan ini rata-rata menggunakan teleskopik untuk suspensi bagian depan.

Suspensi teleskopik terdiri dari dua garpu (fork) yang dijepitkan pada steering yoke. Garpu teleskopik menggunakan penahan getaran pegas dan oli (minyak ) garpu. Pegas menampung getaran dan benturan roda dengan permukaan jalan, sedangkan oli garpu mencegah getaran diteruskan ke batang kemudi.

Garpu depan dari sistem kemudi (yang termasuk ke dalam suspensi depan) berfungsi untuk menopang guncangan jalan melalui roda depan dan berat serta penumpang. Karena itu, garpu depan harus mempunyai kekuatan, kekerasan yang tinggi, selain caster dan (kesejajaran roda depan) yang berpengaruh besar pada kestabilan .

Suspensi teleskopik umumnya terbuat dari besi baja yang biasa digunakan sebagai rangka motor sehingga harganya cukup terjangkau. Cara kerjanya, pipa kecil terikat dengan segitiga stang, tabung besar terikat pada as roda, dan adanya sebuah pegas serta oli untuk melakukan kompresi maupun rebound di kedua suspensi. Akibatnya, yang sering terlihat naik-turun adalah tabung besar yang terikat dengan as roda.

Shock breaker ini memiliki redaman yang agak lembut dan terkadang terlalu lentur. Karena itu, suspensi teleskopik sangat cocok jika digunakan pada untuk harian, motor dengan bobot berlebih, serta motor adventure yang melintasi medan yang tidak rata dan jalan yang rusak atau bergelombang.

Ada beberapa kelebihan suspensi teleskopik, di antaranya:

  • Perawatan yang lebih mudah.
  • Cocok digunakan untuk harian, selain cocok juga untuk lingkungan yang terjal atau berbagai medan.
  • yang relatif lebih murah dibandingkan model upside down.
  • Kuat untuk menopang bobot sepeda motor yang berat.

Namun, suspensi ini kurang stabil jika digunakan pada motor yang memiliki kecepatan tinggi. Selain itu, suspensi teleskopik juga memiliki tampilan yang biasa-biasa saja, tidak terkesan mewah dan elegan.

   
Penulis: