Mesin Lebih Gede, Suzuki Hayabusa Terbaru Hadir 2021

Sepeda-.info – asal Jepang, Suzuki, menurut kabar akan menghentikan produksi sepeda motor mulai tahun 2020 mendatang. Bahkan, di pasaran Eropa, kuda besi tersebut sudah tidak lagi diproduksi karena alasan . Meski demikian, perusahaan sudah menyiapkan Hayabusa untuk tahun 2021, yang akan mengusung standar emisi Euro5 dan anyar berkapasitas 1.440cc.

Suzuki Hayabusa – otorider.com

Dilansir dari Visordown, motor ini nantinya akan memiliki bodi lebih panjang dan ringan, tetapi tidak sebesar generasi sebelumnya. Bagian dudukan mesin, juga akan terlihat berada pada bagian belakang yang akan membuatnya terlihat lebih kecil. Suzuki Motor pun memasukan kontrol emisi penguapan yang baru, yang ditempatkan pada sisi kiri bingkai yang terletak pada casing mesin.

Sementara, untuk urusan jantung pacu, ada penambahan 100cc dari model sebelumnya yang membawa dapur pacu 1.340cc. Penambahan kapasitas itu, dilansir Antara, menjadi senjata utama pabrikan dalam perang melawan peraturan emisi yang ketat namun memiliki power yang setara dengan model lawas. Adanya kenaikan ukuran mesin juga akan memungkinkan para insinyur Suzuki mendorong penggunaan bahan bakar berbeda dan mencegah produksi gas berbahaya.

Pada penghujung tahun 2019 ini, Suzuki mengumumkan akan menghentikan produksi Hayabusa generasi lama mulai tahun depan. Sebagai penanda terakhir, Suzuki cabang meluncurkan Hayabusa terbatas dengan harga Rs 13.75 lakh atau setara Rp272 jutaan. Di Negeri Sungai Gangga, penantang Kawasaki Ninja ZX-14R ini diboyong secara terurai (Completely Knock Down atau CKD) dan dirakit di pabrik SIMPL di Gurgaon. Pengiriman unit akan dimulai pada 20 Januari 2019.

Mengutip situs Bennettes, setelah melalui perjalanan hampir 20 tahun, Suzuki akhirnya mengambil keputusan untuk tidak lagi memproduksi Hayabusa. Langkah ini terpaksa dilakukan setelah pabrikan asal Jepang itu tidak melakukan upgrade ke Euro4 untuk pasar Benua Biru. Setelah Desember 2018, transaksi menjual Suzuki Hayabusa di pasar Eropa akan masuk sebagai barang ilegal.

   
Penulis: