Viar & UGM Kerjasama Kembangkan Sepeda Motor Listrik

Yogyakarta – PT Triangle Motorindo selaku agen tunggal pemegang merek (ATPM) menggaet Universitas Gadjah Mada untuk melakukan riset dan pengembangan listrik Pulse dan Q1, terutama di bagian engine, controller, battery management system, serta baterai.

Viar & UGM Kerjasama Kembangkan – oto.detik.com

 

“Kerja sama riset bidang ini nantinya bisa mendorong otomotif nasional meningkatkan jumlah kandungan komponen lokal,” ujar Prof Dr Suratman, M.Sc, Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat setelah menandatangani MoU di Gedung Pusat UGM, Selasa (8/11).

“Untuk engine () yang berasal dari lokal sebanyak 40%, namun untuk motor secara keseluruhan ada 60% yang komponennya berasal dari lokal. Paling tidak kami inginnya bisa 80% komponen dari lokal. Supaya kami punya kebanggaan dengan motor yang semua komponennya dari Indonesia,” imbuh Manager Research and Development Viar, Heru Sugiantoro.

Presiden Direktur PT Triangle Motorindo, Ignatius Kartiman mengungkapkan alasannya bekerjasama dengan UGM lantaran UGM dinilai lebih maju untuk riset mobil dan motor listrik. “Kita harapkan ilmu dari kampus tidak menjadi menara gading, tetapi betul-betul bisa diaplikasikan di dunia industri otomotif,” ungkapnya.

Sedangkan Kepala Pusat Inovasi Otomotif UGM, Dr Jayan Sentanuhady mengungkapkan jika penelitian tentang motor dan mobil listrik sebenarnya telah dilakukan dari lama. Akan tetapi pengembangan kapasitas baterai, motor listrik, dan controller yang menjadi kendala terbesar dalam riset tersebut.

“Untuk baterai saja bisa mencapai 30 persen dari seluruh kendaraan, umur baterai pun terbatas hanya 2-3 tahun,” paparnya.

Jayan menjelaskan, baterai motor listrik yang tengah dikembangkan saat ini pengisian baterainya butuh waktu sekitar 4-6 jam dengan kemampuan jarak tempuh sekitar 70 km. Pihaknya mengaku akan terus memperbaiki efisiensi waktu pengisian dan energi baterai motor listrik.

Direktur Riset dan Pengembangan Viar Indonesia, Heru Sugiantoro juga sependapat dengan hal itu. “Lewat kerja sama ini kita harapkan ditemukannya baterai yang ukurannya tidak terlalu besar tapi memiliki kapasitas listrik yang besar,” tuturnya.

   
Penulis: