Honda Air Blade 150 Meluncur, Tantang Yamaha Aerox

1645 views

Sepeda-motor.info – Aerox 155 kedatangan penantang baru yang sama-sama berasal dari Jepang. Adalah yang menghadirkan lawan tangguh bagi Aerox 155. Bertitel Air Blade 150, skuter matik ini baru saja diluncurkan untuk pasaran Vietnam. Di pasaran negeri tetangga, sepeda motor otomatis tersebut dilepas dengan 41,19 juta dong hingga 56,3 dong, atau mulai Rp24,84 jutaan.

Honda Air Blade 150 - terasbiker.com

Honda Air Blade 150 - terasbiker.com

Sempat masuk Indonesia lewat jalur importir umum, Honda Air Blade 150 2020 ini ternyata merupakan generasi kelima, yang sudah mengalami perombakan total. Secara tampilan, skuter ini tampil dengan agresif, senada dengan Yamaha Aerox, walaupun masih kalah bongsor. Panjangnya 1.870 mm, dengan lebar 686 mm dan tinggi 1.112 mm.

Beragam modern sudah disematkan pabrikan Jepang untuk motor ini. Honda Air Blade 150 setidaknya membawa pencahayaan yang sudah mengusung teknologi LED dan panel instrumen full digital. Selain itu, tersemat juga Smart Key System (keyless) yang memungkinkan pengguna mengaktifkan mesin tanpa kunci konvensional. ini juga sudah terhubung dengan immobilizer dan anti-thief alarm untuk menghindari pencurian.

Sementara, untuk sektor jantung pacu, Honda Air Blade 150 menggendong mesin eSP tipe 4-stroke, kapasitas 150cc, silinder tunggal, berpendingin cairan. Dengan modal tersebut, di atas kertas, motor otomatis ini diklaim memiliki tenaga 12,87 HP pada putaran 8.500 rpm dan dapat mencapai torsi puncak di angka 13,3 Nm pada putaran 5.000 rpm.

Untuk sistem pengereman, Honda Air Blade 150 hanya disematkan satu cakram di depan dan rem tromol di belakang. Honda Air Blade sendiri merupakan salah satu skuter terlaris di Vietnam. Sejak diluncurkan pada tahun 2007 silam, Air Blade kapasitas 125cc sudah terjual hampir 4,2 juta unit. Hadirnya varian 150cc ini diharapkan mampu meneruskan kesuksesan pendaluhunya sebagai matik sporty terlaris.

Baca juga:   Diboyong Importir Umum, Berapa Harga Yamaha Tenere 700 di Indonesia?
author