Smoot Ramaikan Pasar Motor Listrik Indonesia, Harga Bersaing & Sparepart Mudah

Jakarta – Industri motor di Indonesia rupanya semakin ramai dengan kehadiran -brand baru, salah satunya Smoot Motor Indonesia besutan PT Swap Energi Indonesia (SEI). Motor anyar ini dijual dengan yang cukup terjangkau, yakni Rp14,9 juta on the road (OTR) DKI Jakarta. Selain itu, PT SEI juga menawarkan potongan harga Rp1 juta, sehingga menjadi Rp13,9 juta saja. Lantas, apa sih keistimewaan dari motor elektrik Smoot?

Smoot – www.gridoto.com

Rupanya Smoot Tempur dipasarkan dengan harga lebih murah supaya dapat diterima oleh konsumen. “Harga murah bukan berarti produk kita murahan ya, hanya beda dari sisi bisnis saja,” kata CEO PT Smoot Motor Indonesia, Irwan Tjahaja, seperti dilansir Grid.

Baca juga:   Motor Listrik Gesits Terbaru Siap Dirilis di IIMS Motobike Hybrid 2020

Selain menjual unit motor listrik Smoot, SEI juga memasarkan sistem motor listrik bernama Swap. Swap sendiri adalah sistem dari SEI yang terpadu dengan motor dan bisa terkoneksi ke smartphone. Sistem swap tersebut merupakan sistem pintar untuk mengetahui kondisi motor, kemudian menginformasikan ke smartphone pengguna.

Yang lebih menarik lagi, sistem tersebut mendukung adanya GPS di motor listriknya, sehingga dapat terintegrasi dengan motor sampai bagian dalam. Dengan demikian, apabila ada kondisi error di motor pun pihak produsen bisa segera tahun. Motor listrik Smoot menggunakan baterai lithium 64V 22,5Ah yang dalam kondisi terisi penuh sanggup melaju sejauh 70 km. Sementara itu, motor listriknya berkapasitas 1.500W dan diklaim dapat melaju hingga 60 km/jam.

Baca juga:   Cleveland Cyclewerks Kenalkan Motor Baru Bergaya Cafe Racer, Ace Cafe 400

Bahkan, motor Smoot kabarnya dapat memakai sparepart dari brand lain, misalnya untuk mengganti bagian kampas rem, ban, dan pelek. “Kampas rem sama dengan motor konvensional, bisa dipakai,” ungkap Irwan.

Di samping itu, Irwan memastikan motor listrik Smoot aman dikendarai karena sudah lulus pengujian yang ditetapkan pemerintah. “Motor listrik Smoot, motor ini sudah dipakai logistik selama 3 bulan, sudah 100 ribu km kita uji. Memang pemerintah belum menetapkan standardisasi keamanan, tapi kalau boleh saran pemerintah jangan menstandardisasi voltase, karena bagaimana saat baterai semakin canggih? Mungkin saat ini kita hanya bisa berlari 60 km, bagaimana nanti saat bisa mencapai 100 km? Jadi saran saya untuk voltase jangan diatur,” paparnya.

Baca juga:   TVS King, Motor Roda Tiga Tangguh dan Andal dari India

“Tapi kami sudah melakukan test yang dibutuhkan di Indonesia, seperti test di perindustrian dan perhubungan. Saat ini kami juga membutuhkan kebijakan-kebijakan yang bisa mengembangkan kendaraan listrik, saat ini kan sudah mendapatkan kebijakan pajak nol persen. Kalau bisa dikasih kebijakan yang lainnya, insentif lain atau apapun, misalnya lebih memperbanyak leasing yang mau menerima kredit,” tandasnya.

   
Penulis: