Jakarta – Produsen sepeda motor listrik, PT Volta Indonesia Semesta meluncurkan pilihan warna baru untuk salah satu model andalannya, yakni Volta 401. Adapun varian warna terbaru pada Volta 401 antara lain Metallic Grey, Pearl White, dan Radiant Red. Ketiga warna itu tampil segar dan semakin stylish.
Motor listrik Volta 401 sendiri diklaim mampu diajak berkendara hingga jarak 60 km. Motor tersebut tak memiliki knalpot, sehingga nyaman untuk dikendarai. Di samping itu, motor elektrik Volta 401 ini ditunjang dengan teknologi IoT anti maling, karena telah terintegrasi melalui aplikasi Volta.
Volta pun menawarkan beberapa metode pengisian daya untuk motor listrik Volta 401, antara lain bisa mengisi di rumah menggunakan home charger yang telah diberikan saat pembelian motor Volta. Kemudian, pemilik juga bisa mengganti baterai di mesin SGB yang dapat dicek melalui aplikasi SGB. Selain itu, baterai pun dapat diganti di SGB PLTS/SPBKLU.
Di tengah gempuran produk kendaraan listrik buatan Jepang, Volta sendiri mengaku optimis bisa bersaing di pasar Tanah Air. Menurut Group Head of Investor Relations of MCAS Group, Zefanya Angeline Halim, pemimpin pasar kendaraan listrik roda dua (R2) tak bisa ditentukan dari sepak terjang sebuah merek. Terlebih karena masyarakat kini menurutnya sudah lebih cerdas dalam memilih suatu produk berdasarkan harga dan kualitas, khususnya untuk motor listrik.
Oleh sebab itu, Zefanya yakin invasi motor listrik dari perusahaan Jepang, seperti Honda, Yamaha, dan Suzuki nantinya tak akan langsung mengambil alih pasar motor listrik di Indonesia. “Kami juga melihat masyarakat sudah semakin pandai untuk bisa menilai suatu produk dari segi harga vs kualitas, jadi tidak hanya sekadar merek saja,” beber Zefanya, seperti dikutip dari Bisnis.
Volta pun menawarkan keunggulan dari berbagai aspek, seperti bisa melaju dengan baik pada kondisi jalanan rusak walaupun punya beban mencapai 200 kg. “Volta memiliki berbagai aspek yang sangat unggul. Dimulai dari kualitas motor yang sangat baik, bahkan teruji dapat digunakan pada medan yang sangat berat. Seperti contohnya untuk pengangkutan logistik barang dengan daya angkut sampai 200 kg serta pengendara ojek motor yang rata-rata menempuh jarak tempuh harian di atas 100 km,” tandasnya.






