Rambah Segmen Motor Matic, Aprilia SR GT 200 Tampil Sebagai Skutik Adventure

Jakarta – Pabrikan asal yang terkenal dengan -nya, , rupanya juga tertarik untuk menyasar segmen matic. Tak tanggung-tanggung, produsen kenamaan ini baru saja merilis model skutik (skuter matik) SR GT 200 di Jepang. Skutik bergaya adventure itu bahkan sedang ramai digemari oleh penduduk di Negeri Sakura.

Aprilia SR GT - www.aprilia.com

Aprilia SR GT - www.aprilia.com

“Produsen kendaraan sporty di bawah grup Piaggio ini telah memulai debut skuter baru di pasar Jepang dengan membawa SR GT 200. Motor ini telah dirancang untuk melintasi hutan kota, yang sering sarat dengan lubang dan permukaan jalan yang tidak rata. Dengan demikian, ia memiliki suspensi perjalanan panjang, kekar, dan setang lebar untuk menambah daya ungkit,” demikian seperti dilansir dari Rideapart melalui Suara.

Jika dilihat dari desainnya, SR GT 200 memang sangat kental dengan ciri khas Aprilia. Bahkan, Aprilia SR GT 200 tampaknya mengombinasikan beberapa dari saudaranya yang bermesin lebih besar dan sporty. Misalnya saja bagian fasia yang terlihat mirip seperti sportbike Aprilia RS660. Skema warnanya pun dibuat mirip Aprilia Factory Racing, sehingga jelas bahwa Aprilia SR GT 200 memang mengusung DNA balap khas Aprilia.

model Tri-LED membentuk fasia depan dan menerangi jalan di depan untuk menawarkan perjalanan yang aman serta menginspirasi kepercayaan diri di malam hari. Untuk urusan , Aprilia SR GT 200 dilengkapi fungsi start dan stop engine otomatis untuk ekonomi bahan bakar tambahan, serta paket opsional yang memungkinkan pengendara memasang ponsel saat bepergian.

Skutik Aprilia SR GT 200 dibekali dengan silinder tunggal berkapasitas 174 cc yang menggunakan pendingin cairan dan injeksi bahan bakar elektronik. tersebut diklaim mampu menghasilkan sebesar 17,4 tenaga kuda, sehingga mampu menjadikannya kendaraan komuter kecil multi-medan yang andal. Di Jepang sana, Aprilia SR GT 200 dipasarkan dengan setara 4.762 dolar AS atau sekitar Rp68 jutaan.

Baca juga:   Ducati Luxor, Si Antik Buruan Kolektor
author