Husqvarna, mungkin sebuah merek sepeda motor yang masih cukup asing bagi rata-rata penggemar otomotif di Indonesia. Namun, bagi mereka yang datang dari daratan Eropa, sudah pasti mengenal merek ini dengan baik. Selain itu, Husqvarna tentunya sudah familiar bagi mereka yang menggemari olahraga off-road, terutama motor trail.
Husqvarna adalah sebuah merek dagang yang bisa dikatakan sebagai salah satu yang tertua di dunia. Pabrikan yang berbasis di Huskvarna, Swedia ini telah merilis motor pertama mereka pada tahun 1903 silam, atau lebih dari seabad yang lalu. Pabrikan ini memang lebih sering menelurkan motor-motor di segmen motocross dan enduro. Bahkan, pada sekitar tahun 1960 hingga 1970-an, Husqvarna kerap memenangkan kejuaraan di semua divisi 125cc, 250cc, 350cc, hingga 500cc, baik itu di kelas motocross maupun enduro.
Selain di pasar Eropa, Husqvarna juga menyasar pasar otomotif Tanah Air dengan melemparkan setidaknya 8 produk hingga tahun 2015 lalu. Dan, salah satu model motor enduro yang telah diluncurkan Husqvarna ke Indonesia adalah seri TE 511. Motor ini pertama kali menyapa publik otomotif dalam negeri pada tahun 2012 silam.
Secara tampilan, desain model TE 511 bisa dikatakan benar-benar kurus, langsing, sekaligus halus. Panel samping tampak ramping hingga ke sepatbor belakang, yang memungkinkan pengendara melakukan banyak gerakan secara bebas dan tanpa hambatan. Jadi, tidak ada lagi kemungkinan sepatu atau celana tersangkut di tepi panel dengan desain seperti ini.
Selain aspek estetika dan ergonomis, desain baru ini juga membuat perawatan motor yang lebih praktis, dengan filter udara, shock belakang, dan throttle body semuanya dapat diakses dengan mudah. Sementara itu, kursi dengan bentuk yang memanjang, yang berlangsung dari sepatbor belakang hingga kepala kemudi, menawarkan gerakan yang lebih nyaman pada rider.
Ide di balik TE 511 adalah sentralisasi massa, yaitu menjaga berat sepeda motor terkonsentrasi sedekat mungkin dengan pusat gravitasi dan rancangan sasis yang menyesuaikan tuntutan balap enduro. Solusi ini, disebut dengan Husqvarna CTS (Coaxial Traction System), yang menghilangkan variasi panjang rantai selama suspensi belakang bergerak, sekaligus meminimalkan efek final drive pada penanganan motor.
Di bagian jantung pacu, Husqvarna TE 511 menggendong mesin tipe 4-stroke, liquid-cooled, DOHC, 4 valves per cylinder, berkapasitas 478cc. Motor ini juga dibekali dengan rem model disc brake di roda depan dan belakang, serta sistem transmisi manual 6 percepatan. Berikut spesifikasi teknis Husqvarna TE 511.
| Tipe Mesin | 4-stroke, liquid-cooled, DOHC, 4 valves per cylinder |
| Kapasitas Mesin | 478cc |
| Diameter x Langkah | 101 x 59,6 mm |
| Rasio Kompresi | 12:1 |
| Sistem Bahan Bakar | Electronic fuel injection |
| Sistem Starter | Electric |
| Sistem Transmisi | Manual, 6-speed |
| Rangka | Double beam, double cradle high resistance, light alloy rear frame |
| Suspensi Depan | Upside down 48 mm, telescopic hydraulic fork |
| Suspensi Belakang | KAYABA progressive link, single hydraulic shock absorber |
| Rem Depan | Single disc 260 mm, wave type, hydraulic control |
| Rem Depan | Single disc 240 mm, wave type, hydraulic control |
| Tinggi Jok | 963 mm |
| Ban Depan | 90/90-21 |
| Ban Belakang | 140/80-18 |
| Berat | 113 kg |
| Kapasitas Bahan Bakar | 8,5 L |
| Jarak Sumbu Roda | 1.490 mm |
| Panjang x Lebar | 2.280 mm x 820 mm |






