Sebelum era skuter matik merajalela, masyarakat di Indonesia memang lebih senang mengendarai sepeda motor jenis moped atau motor bebek untuk transportasi sehari-hari. Pasalnya, dengan dimensi yang ramping, mesin yang bersahabat, serta harga yang ramah di kantong, moped memiliki semua kriteria sebagai alat transportasi harian.
Ada banyak motor bebek yang telah diluncurkan di Tanah Air, terutama oleh merek-merek asal Jepang, seperti Honda, Yamaha, hingga Suzuki. Namun, selain motor asal Negeri Sakura (dan juga keluaran China), merek lokal juga sempat wara-wiri menghiasi segmen motor bebek di Indonesia, salah satunya Kanzen lewat varian Taurus.
Sekadar informasi, Kanzen pertama kali dibangun pada bulan Juni 2000 oleh PT Semesta Citra Motorindo yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh Rini Suwandi (mantan menteri perindustrian). Kala itu, ada banyak produk motor yang dihasilkan oleh Kanzen, di antaranya Kanzen Scudetto yang bermain di segmen skuter otomatis, Kanzen Pesona, dan juga Kanzen Taurus ini.
Berangkat dari kebutuhan masyarakat Indonesia akan moda transportasi yang baik serta harga terjangkau, Kanzen Taurus resmi dirilis pada bulan April tahun 2005 silam. Motor ini hadir dengan desain yang inovatif, seperti penggunaan front fuel tank (tangki bahan bakar di depan) dan semi modulator head light yang merupakan karya orisinal para insinyur Kanzen. Inovasi lainnya adalah indikator ponsel pada panel instrumen.
Dari sekian model Taurus yang pernah dirilis, varian Taurus Ultima mungkin menjadi salah satu yang fenomenal. Pasalnya, produk ini membawa desain semi-trail, yang sengaja dirancang lebih tinggi dari motor bebek biasa, dengan kemampuan redaman roda belakang yang lebih baik. Dengan setang yang lebih tinggi dan sepatbor semi-trail, Taurus Ultima memungkinkan diajak melintasi jalanan yang rusak.
Di bagian jantung pacu, Kanzen Taurus Ultima menggendong mesin tipe 4-stroke, SOHC, pendingin udara, silinder tunggal dengan sudut 10 derajat, berkapasitas 100cc atau 110cc. Dengan modal tersebut, motor ini mampu meletupkan tenaga maksimal 7,8 PS pada putaran 8.000 rpm dan menggapai torsi puncak di angka 8,04 Nm pada putaran 4.000 rpm. Berikut spesifikasi teknis Kanzen Taurus Ultima.
| Dimensi | 1.980 x 710 x 1.090 mm |
| Jarak Sumbu Roda | 1.245 mm |
| Jarak Terendah ke Tanah | 185 mm |
| Berat Kosong | 109 kg |
| Tipe Rangka | Full frame, underbone |
| Suspensi Depan | Teleskopik |
| Suspensi Belakang | Lengan ayun, suspensi ganda |
| Ban Depan | 250-17 |
| Ban Belakang | 275-17 |
| Rem Depan | Drum brake (tipe 100cc), cakram hidrolik piston ganda (tipe 110cc) |
| Rem Belakang | Drum brake |
| Kapasitas Tangki | 8 L |
| Tipe Mesin | 4-stroke, SOHC, pendingin udara, silinder tunggal |
| Kapasitas Mesin | 100cc atau 110cc |
| Diameter x Langkah | 49,5 x 55 mm |
| Daya Maksimum | 7,8 PS @ 8.000 rpm |
| Torsi Maksimum | 8,04 Nm @ 4.000 rpm |
| Transmisi | Manual, 4-speed |
| Starter | Kick & Electric |
Ketika pertama kali dirilis pada tahun 2007 lalu, Kanzen menawarkan Taurus Ultima dengan harga mulai Rp10 jutaan. Kini, produk bekas motor bebek ini dijual di kisaran harga Rp3 jutaan hingga Rp4 jutaan.






