Kelemahan Suzuki Satria FU 150, Mulai Boros BBM hingga Sparepart Mahal

 14137 views

merupakan salah satu buatan Suzuki yang cukup laris di pasaran. Penjualan ini pun bisa dibilang cukup stabil di dan bertahan di tengah kerasnya kompetisi Tanah Air.

Di awal kemunculannya, Satria FU 150 diprediksi tidak akan menuai sukses besar mengingat tampilannya yang anti-mainstream. Bagaimana tidak, motor yang secara tampilan lebih cocok ke segmen motor bebek, malah menggendong untuk kalangan motor . Namun nyatanya, Satria FU 150 mampu melenggang dengan mulus, dan digemari publik otomotif Tanah Air, terutama para remaja yang doyan kebut-kebutan.

Selain desain yang stylish, Satria FU 150 memang menggendong jantung pacu yang gahar. Suzuki membekali motor ini dengan mesin berkapasitas 147,3cc, DOHC, 4-strokes, oil-cooled, dan transmisi 6 percepatan. Dengan bekal tersebut, Satria FU 150 mampu menyemburkan daya hingga 16 hp pada putaran mesin 9.500 rpm, serta torsi maksimal menyentuh 1,2 kg.m pada putaran mesin 8.500 rpm.

Untuk mencapai 0-60 km/jam, Satria FU 150 hanya membutuhkan waktu 4,3 detik. Sementara, untuk menempuh 1-100 km/jam, motor ini memerlukan waktu 7,2 detik. Adapun maksimal yang bisa ditempuh Satria FU 150 mencapai 131 km/jam.

Namun ternyata, di balik tenaga sangar yang digendongnya, Satria FU 150 ternyata memiliki beberapa kelemahan signifikan. Berikut beberapa kelemahan motor Satria FU 150.

  • Bentuk bodi tidak seimbang dengan tenaga mesin. Dengan bodi yang ramping, motor ini akan terasa melayang, terutama ketika digeber pada kecepatan tinggi, mengingat mesin yang digendongnya juga cukup besar, yakni 150cc.
  • Konsumsi bahan bakar tergolong boros dan ukuran tangki bahan bakar yang kecil. Di samping itu, menurut manual book, Satria FU 150 adalah motor yang Idealnya mengonsumsi bahan bakar dengan kapasitas oktan 98 atau pertamax. Jadi, buat biker yang berkantong tipis, kecil kemungkinan bisa menikmati performa optimal motor ini.
  • Dengan riding position yang terlalu menunduk serta jok yang berukuran kecil, pengendara bakal terasa sangat lelah jika mengendarai motor ini untuk perjalanan jarak jauh (touring).
  • Tensioner rantai keteng tergolong sangat rapuh untuk ukuran kuda besi seharga hampir Rp20 jutaan per unit.
  • Layaknya motor ayago, Satria FU 150 juga tidak dilengkapi dengan bagasi. Tidak ada ruang untuk menyimpan jas hujan atau barang lain tentu menjadi hal yang merepotkan bagi sebagian orang.
  • Sparepart Satria FU 150 tergolong mahal dan jarang.
Baca juga:   Rayakan Kemenangan, Suzuki Hadirkan GSX-R150 Edisi Spesial Livery Ecstar MotoGP
   
Penulis: