Jakarta – Gelaran tahunan Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 rupanya bukan hanya diramaikan oleh brand-brand internasional saja, tetapi juga ikut menampilkan kendaraan buatan anak bangsa seperti motor listrik produksi mahasiswa Universitas Budi Luhur.

Budi Luhur Sport Electric Vehicle 01 (BL-SEV01) - www.goodnewsfromindonesia.id
Kampus tersebut memajang sejumlah motor elektrik hasil kolaborasi antara mahasiswa dengan dosen, yaitu Budi Luhur 40 (BL-40), Budi Luhur Charge Electric Vehicle 01 (BL-CEV01) dan Budi Luhur Sport Electric Vehicle 01 (BL-SEV01). Adapun untuk motor listrik tipe BL-SEV01 tampil perdana dalam ajang IIMS Hybrid 2021.
“Setelah melakukan riset di Universitas, karya ini harus diperkenalkan masyarakat. Ini kedua kalinya kami ikut IIMS, sebelumnya kami pamerkan motor listrik Neo Blitz,” ujar Ketua Badan Pengurus Harian Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Kasih Hanggoro di Jakarta, Selasa (20/4), seperti dilansir Viva.
Motor listrik buatan lokal itu kabarnya telah melalui 2 tahap pengujian jalan di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat. Pengujian itu dilakukan guna mengetahui performa kendaraan sampai kemampuan baterai yang diharapkan sanggup bertahan di lintasan balap dengan kecepatan maksimal hingga 135 km per jam. “Walaupun sedang dilanda pandemi COVID-19 tetapi kami dosen dan mahasiswa tetap menghasilkan karya, salah satunya motor listrik BL-SEV01 ini,” jelas Kasih.
BL-SEV01 mengusung spesifikasi motor listrik 96 volt dengan tenaga yang diklaim bisa menembus 16 kW, dan didukung baterai 48 AH dan controller 96 volt 200 ampere. Dengan spek tersebut, motor BL-SEV01 disebut dapat melaju sejauh 135 kilometer untuk sekali pengisian baterai, dengan waktu pengisian baterai 4 jam hingga 100 persen.
“Daya tahan, performa, serta kemampuan baterai yang ada sekarang sudah memenuhi standar minimal sebuah kendaraan motor sport listrik yang mampu bertahan di lintasan balap dengan kecepatan maksimal hingga 135 km/jam. Selanjutnya kami berencana meningkatkan baterai sehingga memiliki daya tahan yang lebih baik dan mampu melewati banyak putaran lagi di sirkuit,” tutur Kepala Pusat Studi Kendaraan Motor Listrik Universitas Budi Luhur, Sujono.





