Smoot Ramaikan Pasar Motor Listrik Indonesia, Harga Bersaing & Sparepart Mudah

Jakarta – Industri listrik di rupanya semakin ramai dengan kehadiran -brand baru, salah satunya Smoot Indonesia besutan PT Swap Energi Indonesia (SEI). listrik anyar ini dijual dengan yang cukup terjangkau, yakni Rp14,9 juta on the road (OTR) DKI Jakarta. Selain itu, PT SEI juga menawarkan potongan harga Rp1 juta, sehingga menjadi Rp13,9 juta saja. Lantas, apa sih keistimewaan dari motor elektrik Smoot?

Motor Listrik Smoot - www.gridoto.com

Rupanya Smoot Tempur dipasarkan dengan harga lebih murah supaya dapat diterima oleh konsumen. “Harga murah bukan berarti kita murahan ya, hanya beda dari sisi bisnis saja,” kata CEO PT Smoot Motor Indonesia, Irwan Tjahaja, seperti dilansir Grid.

Baca juga:   TVS Boyong Motor Terbaru Callisto Intelligo 110 ke Jakarta Fair 2023

Selain menjual unit motor listrik Smoot, SEI juga memasarkan motor listrik bernama Swap. Swap sendiri adalah sistem dari SEI yang terpadu dengan motor dan bisa terkoneksi ke smartphone. Sistem swap tersebut merupakan sistem pintar untuk mengetahui kondisi motor, kemudian menginformasikan ke smartphone pengguna.

Yang lebih menarik lagi, sistem tersebut mendukung adanya GPS di motor listriknya, sehingga dapat terintegrasi dengan motor sampai bagian dalam. Dengan demikian, apabila ada kondisi error di motor pun pihak produsen bisa segera tahun. Motor listrik Smoot menggunakan baterai lithium kapasitas 64V 22,5Ah yang dalam kondisi terisi penuh sanggup melaju sejauh 70 km. Sementara itu, motor listriknya berkapasitas 1.500W dan diklaim dapat melaju hingga kecepatan 60 km/jam.

Baca juga:   Lama Tak Diperbarui, PT YIMM Janji Bakal Segarkan Tampilan Yamaha R25

Bahkan, motor Smoot kabarnya dapat memakai sparepart dari brand lain, misalnya untuk mengganti bagian kampas rem, ban, dan pelek. “Kampas rem sama dengan motor konvensional, bisa dipakai,” ungkap Irwan.

Di samping itu, Irwan memastikan motor listrik Smoot aman dikendarai karena sudah lulus pengujian yang ditetapkan pemerintah. “Motor listrik Smoot, motor ini sudah dipakai logistik selama 3 bulan, sudah 100 ribu km kita uji. Memang pemerintah belum menetapkan standardisasi keamanan, tapi kalau boleh saran pemerintah jangan menstandardisasi voltase, karena bagaimana saat teknologi baterai semakin canggih? Mungkin saat ini kita hanya bisa berlari 60 km, bagaimana nanti saat bisa mencapai 100 km? Jadi saran saya untuk voltase jangan diatur,” paparnya.

Baca juga:   Suzuki Saluto 125 Edisi 2022 Punya Warna Anyar, Berapa Harganya?

“Tapi kami sudah melakukan test yang dibutuhkan di Indonesia, seperti test di perindustrian dan perhubungan. Saat ini kami juga membutuhkan kebijakan-kebijakan yang bisa mengembangkan kendaraan listrik, saat ini kan sudah mendapatkan kebijakan pajak nol persen. Kalau bisa dikasih kebijakan yang lainnya, insentif lain atau apapun, misalnya lebih memperbanyak leasing yang mau menerima kredit,” tandasnya.

author