Husqvarna merupakan merek sepeda motor asal Swedia yang mendominasi pasar motor off-road global di era tahun 1970-an. Sayangnya, pada pertengahan 1980-an, perusahaan ini mengalami krisis finansial dan akhirnya di tahun 1986 diambil alih oleh perusahaan otomotif asal Italia, Cagiva (dua tahun setelah mengakuisisi Ducati dari pemerintah Italia).
Sayangnya, di bawah Cagiva, motor Husqvarna kurang mendapatkan perhatian serius sehingga tidak menunjukkan tanda-tanda bakal kembali ke jalur persaingan. Akhirnya, pada tahun 2007, Cagiva tidak kuasa menolak tawaran BMW dan menjual kendali Husqvarna. Hasilnya, perusahaan asal Jerman tersebut mengendalikan merek Swedia dengan rumah produksi di Italia.
Sejak dikendalikan oleh BMW, perubahan tampak pada motor Husqvarna, dengan pengembangan dilakukan secara bertahap. BMW memang tidak menerapkan sistem Harley Davidson ketika mengambil alih MV Agusta (dengan memodali secara penuh), namun pabrikan tersebut lebih mengubah sistem dan standar, dan cenderung “membiarkan” Husqvarna berdiri sendiri.
Hasil dari sistem ini adalah Husqvarna kembali menelurkan motor-motor berkualitas di akhir dekade 2000-an khususnya di segmen off-road. Ada beberapa produk yang dirilis Husqvarna untuk bersaing di segmen motocross global, dan salah satu yang menjadi andalan adalah model Husqvarna SM 630, selain model TE 630.
Namun, berbeda dengan model TE 630 yang murni bermain di kelas off-road, maka model SM 630 lebih ditujukan untuk berkibar di segmen supermoto. Hal ini tampak pada penggunaan ban dengan permukaan yang lebih licin, seperti kebanyakan ban pada motor-motor jalanan. Meski demikian, SM 630 membawa desain khas motor trail tulen, dengan bentuk bodi yang ramping hingga ketinggian jok yang mencapai 910 mm.
Secara keseluruhan, Husqvarna SM 630 adalah senjata yang pas untuk menaklukkan medan yang terjal maupun licin, meski genre sepeda ini dinilai bukan spesies yang sangat praktis. Anda harus membungkuk ke depan sepanjang waktu dan bentuk siku keluar untuk menjaga berat badan agar tetap stabil. Namun, motor ini bekerja dengan baik di berbagai kondisi jalan.
Di bagian jantung pacu, Husqvarna SM 630 menggendong mesin tipe 4-stroke, liquid-cooled, single cylinder, 4 valves per cylinder, berkapasitas 600cc. Di samping itu, motor ini juga dibekali dengan sistem bahan bakar fuel injection, serta suspensi depan model upside down dan suspensi belakang bertipe single shock.
Ketika pertama kali diluncurkan pada tahun 2010 lalu, Husqvarna SM 630 ditawarkan dengan harga mulai 6.416 pound sterling di pasar Inggris Raya. Berikut spesifikasi teknis Husqvarna SM 630.
| Tipe Mesin | 4-stroke, liquid-cooled, single cylinder, 4 valves per cylinder |
| Kapasitas Mesin | 600cc |
| Diameter x Langkah | 100 mm x 76,4 mm |
| Rasio Kompresi | 12,4:1 |
| Sistem Bahan Bakar | Electronic injection |
| Sistem Starter | Electric |
| Transmisi | Manual, 6-speed |
| Rangka | Main frame steel single tube cradle, sub-frame aluminium |
| Suspensi Depan | Marzocchi upside down 45 mm, rebound stroke adjustable |
| Suspensi Belakang | SACHS progressive soft dump single shock absorber |
| Rem Depan | Single disc 300 mm |
| Rem Belakang | Single disc 220 mm |
| Ban Depan | 120/70-17 |
| Ban Belakang | 150/60-17 |
| Tinggi Jok | 910 mm |
| Berat Kosong | 158 kg |
| Kapasitas Bahan Bakar | 12,5 L |






