Jika Anda penggemar motor-motor spektakuler produksi Ducati, pasti Anda sudah tidak asing lagi dengan seri Hypermotard. Ducati Hypermotard merupakan supermotard yang dirancang oleh Pierre Terblanche dan konsepnya pertama kali dipamerkan dalam ajang EICMA yang berlangsung di Milan pada tahun 2005. Saat itu, konsep motor ini langsung dianugerahi “Best of Show” dan memenangkan penghargaan di acara lainnya.
Sejarah motor ini berawal dari desas-desus yang menyebutkan bahwa Ducati bakal memproduksi sepeda motor di kelas supermotard, segmen yang sebelumnya dikuasai oleh pabrikan KTM dan juga Husqvarna. Launching konsep Hypermotard dilakukan pabrikan Italia melalui situs mini. Situs tersebut kemudian meminta pengunjung untuk mengikuti survei online guna memberikan pendapat mereka mengenai Hypermotard, serta menawarkan kesempatan untuk memilih konfigurasi, seperti kapasitas mesin, rem, dan juga fitur favorit.
Setelah pada awalnya hanya merupakan konsep dan tidak dijamin bakal diproduksi secara massal, namun CEO Ducati, Federico Minoli, pada tanggal 31 Maret 2006 menyatakan bahwa motor ini bakal masuk dalam proses produksi dan ia memberikan beberapa rincian berdasarkan hasil survei. Jika dibandingkan versi prototipe, model produksi tidak banyak terdapat perubahan, termasuk fitur unik seperti fender depan dan handguard yang menggabungkan indikator LED.
Ducati Hypermotard sendiri hadir dalam berbagai varian, salah satunya model Hypermotard 796. Motor ini diketahui pertama kali diperkenalkan pabrikan Negeri Pizza pada akhir tahun 2009. Hypermotard 796 membawa jok dengan ketinggian 20 mm lebih rendah (825 mm) dan kapasitas bahan bakar lebih kecil dibandingkan model Hypermotard 1100.
Motor ini juga memiliki bobot bodi yang lebih ringan dibandingkan model Hypermotard 1100, yaitu 167 kg, meski perbedaan tersebut kurang begitu terdeteksi jika dibandingkan dengan 2010 Evo dan Evo SP. Untuk melibas berbagai medan, Ducati menyematkan ban dengan ukuran yang sama dengan model Hypermotard 1100, tetapi model ini memiliki garpu depan Marzocchi 43 mm non-adjustable dan suspensi belakang SACHS. Sementara itu, sistem lengan ayun pada model Hypermotard 1100 tetap dipertahankan, dan roda aluminium dibuat oleh Enkei.
Untuk bagian jantung pacu, Hypermotard 796 menggendong mesin tipe 4-stroke, L-twin cylinder 90 derajat, SOHC, Desmodromic, berkapasitas 803cc, air-cooled. Dengan modal tersebut, motor ini mampu memuntahkan tenaga maksimal 59,6 kW pada putaran 8.000 rpm dan mencapai torsi puncak 75,4 Nm pada putaran 6.250 rpm. Di Indonesia, motor ini ditawarkan dengan harga sekitar Rp296 jutaan. Berikut spesifikasi teknis Ducati Hypermotard 796.
| Tipe Mesin | 4-stroke, L-twin cylinder 90 derajat, SOHC, Desmodromic, air-cooled |
| Kapasitas Mesin | 803cc |
| Diameter x Langkah | 88 x 66 mm |
| Daya Maksimum | 59,6 kW @ 8.000 rpm |
| Torsi Maksimum | 75,4 Nm @ 6.250 rpm |
| Transmisi | 6-speed |
| Starter | Electric |
| Emisi | Euro3 |
| Rangka | Tubular steel trellis |
| Suspensi Depan | Marzocchi 43 mm upside down |
| Suspensi Belakang | SACHS monoshock, aluminium single-sided swing arm |
| Rem Depan | Dual disc 305 mm, 4-piston |
| Rem Belakang | Single disc 245 mm, 2-piston |
| Ban Depan | 120/70-ZR17 |
| Ban Belakang | 160/55-ZR17 |
| Jarak Sumbu Roda | 1.455 mm |
| Tinggi Jok | 825 mm |
| Berat | 167 kg |
| Kapasitas Bahan Bakar | 12,4 L |






