Jika berbicara tentang merek BMW dalam kancah sepeda motor dunia, pabrikan ini ternyata sudah melanglang-buana di industri roda dua global sejak tahun 1920-an silam. Sepanjang perjalanannya yang sangat panjang, pabrikan asal Jerman itu telah merilis puluhan, bahkan ratusan motor yang cukup legendaris, salah satunya model K75.
BMW K75 adalah sepeda motor sport standar yang diproduksi oleh BMW Motorrad dari tahun 1985 hingga 1995. Ketika pertama kali diperkenalkan pada pertengahan tahun 1980-an, motor yang termasuk kategori naked bike ini menjadi motor dengan harga paling mahal yang pernah diproduksi pabrikan asal Jerman tersebut.
Motor tiga silinder BMW K75 sebenarnya dikembangkan bersama dengan model K100, tetapi diperkenalkan setahun setelah K100 sebagai strategi pemasaran. Mesin BMW K75 memiliki bore dan stroke yang sama dengan kepunyaan K100, untuk menghasilkan perpindahan dari mesin berkapasitas 740cc.
Sementara itu, crankshaft yang memiliki sudut 120 derajat diimbangi dengan keseimbangan beban yang ditambahkan ke poros aksesori pompa air. Poros keseimbangan ini membuat mesin BMW K75 terdengar lebih halus daripada mesin milik model K100. Untuk meningkatkan daya mesin yang kecil, mesin model K75 diberikan valve timing dan rasio kompresi yang meningkat menjadi 11,0:1 (model K100 memiliki rasio kompresi 10,2:1). Di samping itu, pembakaran ruang didesain ulang, intake manifold diperpendek, dan sistem pembuangan dirancang kembali.
Secara garis besar, model BMW K75 memiliki jarak sumbu roda, tinggi tempat duduk, dan geometri setang yang identik dengan model K100. Menurut pihak pabrikan, 80 persen bagian dari model K75 bisa dipertukarkan dengan kepunyaan milik K100. Namun, radiator dan tangki bahan bakar kepunyaan K75 memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan pendahulunya tersebut.
Di bagian jantung pacu, motor ini membawa mesin tipe 4-stroke, tiga silinder sejajar horizontal, DOHC, 2 valve per silinder, berkapasitas 740cc, liquid-cooled. Dengan bekal tersebut BMW K75 mampu memuntahkan tenaga maksimal 55 kW pada putaran 8.500 rpm dan torsi puncak 68 Nm pada putaran 6.750 rpm melalui transmisi 5 percepatan. Berikut spesifikasi teknis BMW K75.
| Nama Model | BMW K75 |
| Tahun Produksi | 1985 - 1995 |
| Jumlah Produksi | 18.000 unit lebih |
| Tipe Mesin | 4-stroke, tiga silinder sejajar horizontal, DOHC, 2 valve per silinder |
| Kapasitas Mesin | 740cc |
| Diameter x Langkah | 67 x 70 mm |
| Rasio Kompresi | 11:1 |
| Sistem Pendinginan | Liquid-cooled |
| Daya Maksimum | 55 kW (75 HP) @ 8.500 rpm |
| Torsi Maksimum | 68 Nm @ 6.750 rpm |
| Sistem Bahan Bakar | Electronic injection, BOSCH LE-JETRONIC |
| Sistem Transmisi | Manual, 5-speed |
| Sistem Starter | Electric |
| Rangka | Double downtube frame |
| Suspensi Depan | Teleskopik |
| Suspensi Belakang | Monolever swing arm |
| Rem Depan | Dual disc brake 285 mm, 2-piston caliper |
| Rem Belakang | Single disc brake 285 mm |
| Ban Depan | 110/90-18 56H |
| Ban Belakang | 120/90-18 56H |
| Dimensi | 2.220 mm x 900 mm x 1.300 mm |
| Jarak Sumbu Roda | 1.516 mm |
| Tinggi Jok | 810 mm |
| Berat Kosong | 227 kg |
| Kapasitas Bahan Bakar | 21 L |
| Kecepatan Maksimum | 196 km per jam |






