Jakarta – Royal Enfield melakukan beberapa pembaruan pada salah satu model motor petualang andalannya, yakni Himalayan. Royal Enfield Himalayan disebut memperoleh sejumlah ubahan di sektor mesin.
“Himalayan mendapatkan sentuhan ubahan pada sektor mesin. Kali ini, motor tersebut diklaim sudah memenuhi peraturan emisi terbaru,” demikian seperti dilansir Visordown. Kemudian, dari segi bobot, motor Royal Enfield Himalayan mengalami kenaikan sebesar 5 kg dari sebelumnya yang berbobot sekitar 194 kg.
Selain mesin dan bobot, pabrikan ternama ini juga melakukan update pada fitur mode berkendara baru yang didesain secara khusus untuk dapat melahap kondisi jalanan off-road. Di mode terbaru, para pengendara dapat mematikan sistem pengereman ABS yang terletak di roda belakang. Dengan demikian, pengendara akan lebih mudah untuk melakukan manuver motor di jalanan yang berkerikil atau tidak rata.
Sebelumnya, sistem pengereman ABS (anti-lock braking system) dapat mencegah pengguna tergelincir atau selip ketika melakukan pengereman dengan roda belakang. Guna memenuhi standar emisi baru yang lebih ketat, tenaga Royal Enfield Himalayan akan hilang sekitar .2bhp dari versi lama. Namun tidak ada kerugian besar di sana, karena seluruh angka torsi puncak masih tidak berubah.
Bersamaan dengan perubahan teknis, Royal Enfield Himalayan juga memperoleh penyegaran berupa skema cat two-tone baru yang sangat funky. Warna tersebut adalah perpaduan biru putih dan merah hitam. Skema warna ini bahkan telah dipamerkan dalam ajang EICMA di Milan bulan November 2019 lalu.
Versi terbaru dari Royal Enfield Himalayan dijadwalkan untuk mengaspal pada musim gugur ini. Namun, di tengah kondisi pandemi global Covid-19 seperti saat ini, pihak Royal Enfield masih belum dapat memastikan kapan tepatnya tanggal peluncuran unit sepeda motor adventure Royal Enfield Himalayan. Kita tunggu saja kabar terbarunya dari pihak Royal Enfield ya!






