Jika Anda pernah berkunjung ke Jakarta, pasti sudah tidak asing lagi dengan kendaraan umum roda tiga merek Bajaj. Bajaj memang masih mendominasi kendaraan umum roda tiga di Jakarta, meski ada beberapa merek lain yang juga mulai ikut persaingan, seperti TVS dan Piaggio. Hingga tahun 2012 lalu, merek Bajaj sebagai kendaraan umum di Jakarta mencapai lebih dari 14 ribu unit.
Umumnya, Bajaj yang digunakan di Jakarta masih menggunakan mesin tipe 2-stroke, dengan ciri khas suara meraung-raung dan berisik. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, sudah banyak sopir Bajaj yang menggunakan Bajaj dengan mesin 4-stroke dan juga berbahan bakar gas (BBG) atau CNG. Menurut beberapa sopir Bajaj, mengendarai Bajaj BBG ini memang lebih nyaman, baik untuk sopir maupun penumpang karena lebih lincah, suara lebih halus, ramah lingkungan, dan lebih irit bahan bakar.
Bajaj BBG dengan mesin 4-stroke sendiri merupakan salah satu varian dari Bajaj tipe RE, selain model yang menggunakan bahan bakar bensin dan LPG. Bernama resmi RE 4S, kendaraan ini hadir dengan desain interior yang lebih melegakan bagi pengendara karena adanya ruang pijakan kaki yang lebih lapang hingga posisi tempat duduk yang lebih comfortable.
Di bagian jantung pacu, pabrikan asal India membekali Bajaj RE BBG dengan mesin tipe 4-stroke, forced air-cooled, silinder tunggal, SI engine, dan berkapasitas 173,52cc. Dengan modal tersebut, kendaraan ini mampu menyemburkan tenaga maksimal 5,7 kW pada putaran 5.500 rpm dan torsi puncak menembus angka 11,5 Nm pada putaran 3.500 rpm.
Di negeri asalnya, Bajaj RE 4S dengan bahan bakar BBG tampil dengan warna dominan kuning atau hitam. Namun, ketika diimpor ke Indonesia, kendaraan ini memiliki warna dominan biru di sekujur bodi untuk membedakannya dari Bajaj 2-stroke yang memiliki warna kuning. Sayangnya, harga yang mencapai Rp70 juta hingga Rp80 juta ketika diimpor di Indonesia membuat Bajaj RE BBG ini masih belum begitu optimal digunakan sebagai moda transportasi umum di kota-kota besar.
Berikut spesifikasi teknis Bajaj RE BBG.
| Tipe Mesin | 4-stroke, forced air-cooled, SI engine, silinder tunggal |
| Kapasitas Mesin | 173,52cc |
| Diameter x Langkah | 57 x 68 mm |
| Daya Maksimum | 5,7 kW @ 5.500 rpm |
| Torsi Maksimum | 11,5 Nm @ 3.500 rpm |
| Rasio Kompresi | 9,1:1 |
| Transmisi | 4 forward + 1 reverse |
| Tipe Rangka | Monocoque |
| Suspensi Depan | Swing arm with anti-dive link |
| Suspensi Belakang | Swing arm |
| Rem | Single control, right foot operated hydraulic brake |
| Ban Depan | 4,00-8 4PR |
| Ban Belakang | 4,00-8 4PR |
| Dimensi | 2.625 x 1.300 x 1.710 mm |
| Jarak Sumbu Roda | 2.000 mm |
| Kapasitas Bahan bakar | 6,5 kg |
| Jarak ke Tanah | 200 mm |
| Berat Kosong | 340 kg |






