Motor Royal Enfield yang Meluncur di Indonesia

 4981 views

Tak seperti Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, atau , nama Royal Enfield mungkin tak begitu familiar di telinga pencinta di Indonesia. Meski begitu, perusahaan yang awalnya didirikan di Inggris kemudia pindah basis ke India ini, sebenarnya bukan pemain baru di dunia roda dua.

Perusahaan yang awalnya berbasis di Reccitch, Worcestershire tersebut sudah memproduksi motor pada tahun 1909 dengan meluncurkan Motosacoche V-Twin. Motor kecil ini mampu mengeluarkan tanaga 2,25 ps. Kemudian, pada tahun 1911, berikutnya diperkuat dengan mesin bertenaga 2,75 ps yang diklaim memiliki gigi transmisi Enfield 2. Lalu pada tahun 1912, muncul mesin JAP V-Twin bertenaga 6 ps, disusul dengan kehadiran motor bertenaga 3 ps setahun berikutnya.

Pada tahun 1956, pabrikan ini hijrah ke India, dan pada tahun 1995 sudah total menjadi perusahaan India. Meski begitu, Royal Enfield tidak meninggalkan citarasa Inggris, dan tetap mempertahankan motor-motor klasik khas Britania Raya. Di Indonesia sendiri, Royal Enfield rencananya akan meluncurkan empat motor. Apa saja? Berikut detailnya.

Continental GT

Tampilan motor ini punya nuansa yang kental dengan buntut tawon yang menjadi ciri khasnya. Tangkinya didesain melekuk dan persis keluaran lawasnya (1965). Sementara, pendinginan mesin menggunakan udara sehingga terlihat kisi-kisi pada blok mesinnya. Begitu pula dengan detail-detail kecil seperti speedometer, lampu, kick starter, hingga tutup tangki bulat berbalut krom.

Untuk sektor dapur pacu, motor ini mengandalkan mesin berkapasitas 535cc, satu silinder, dengan sistem bahan bakar injeksi. Penghenti lajunya juga sudah menggunakan cakram, begitu juga dengan peredam kejut yang mengadopsi sistem gas terpisah yang bisa disetel sesuai keinginan pengendara. Di Tanah Air, motor ini dibanderol dengan sekitar Rp225 jutaan.

Bullet 500

Motor ini hadir untuk mengisi segmen motor retro kelas entry level. Bullet 500 merupakan kulminasi dari warisan selama lebih dari delapan dekade, dengan gaya unik serta mengusung mesin yang gahar.

Bullet 500 ditenagai mesin berkapasitas dan masih menggunakan karburator dan dua busi (twin spark). Meski masih mengusung konvensional, namun Bullet 500 telah lolos uji Euro 3 sehingga ramah di lingkungan. Dengan bekal mesin tersebut, Bullet 500 mampu memuntahkan tenaga mencapai 26,1 ps pada putaran mesin 5.100 rpm, dan torsi maksimal 40,9 Nm pada putaran mesin 3.800 rpm.

Motor ini mengusung roda belakang berukuran 19 inci dan 18 inci untuk roda depan. Sementara sistem pengereman, menggunakan cakram berpiston ganda berdiamter 280 mm. Di Tanah Air, Bullet 500 dibanderol di kisaran harga Rp69 jutaan.

Classic 500

Motor ini merupakan perpaduan antara tenaga, efisiensi bahan bakar, serta gaya klasik yang sederhana. Seri ini memang berhasil mencuri perhatian pencinta motor, karena memiliki daya tarik yang luar biasa. Salah satunya, rumah lampu depan dengan fitur “Lampu Mata Harimau”, serta bola lampu halogen yang kuat untuk memberi penerangan yang baik.

Selain itu, motor ini juga mengusung model satu kursi sadel dengan pegas yang memberi kenyamanan maksimal untuk berkendara. Ini masih ditambah peredam suara yang secara estetis dirancang sesuai dengan penampilan tahun 1950-an dan tersedia sebagai aksesori opsi untuk penggunaan off-road. Lampu belakang Classic 500 juga bergaya kuno dengan fitur desain klasik. Sementara, desain tangki bahan bakar dibuat dengan grafik era pasca-perang dan bantalan paha.

Untuk sektor dapur pacu, Classic 500 mengusung mesin 4-tak satu silinder berkapasitas 499cc. Motor ini mampu memuntahkan tenaga hingga 27,7 ps pada putaran mesin 5.250 rpm, serta torsi maksimal mencapai 41,3 Nm pada putaran mesin 4.000 rpm. Di Indonesia, Classic 500 dibanderol di kisaran harga Rp74,5 jutaan.

Classic Chrome

Motor ini merupakan turunan dari Classic 500. Kedua motor memang bisa dikatakan identik, terutama dari desain dan kapasitas mesin. Bedanya, Royal Enfield Classic Chrome didominasi chrome yang mengilat di sekujur bodi yang membuatnya tampak simpel, elegan, harmonis, dan proposional.

Penampilan Royal Enfield Classic Chrome memang benar-benar klasik. Selain warna yang sangat menarik, model headlamp bulat, tangki bahan bakar besar, hingga lampu belakang membulat, membuatnya tampak sangat persis seperti motor-motor Royal Enfield di masa lampau. Desainnya sangat retro dan mungkin banyak yang tidak menyangka kalau ini adalah motor baru.

Untuk sektor dapur pacu, Classic Chrome di tenagai mesin silinder tunggal berkapasitas 499cc, berpendingin udara. Mesin dengan rasio kompresi 8,5:1 ini mampu menyemburkan tenaga hingga 27,7 ps pada putaran mesin 5.250 rpm, dengan torsi maksimal mencapai 41,3 Nm pada putaran mesin 4.000 rpm. Selain itu, motor ini juga mengusung teknologi modern yaitu electronic fuel injection (EFI).

Dengan kapasitas mesin tersebut, motor ini mampu mencapai kecepatan maksimal hingga 130 km/jam. Di Indonesia, Royal Enfield Classic Chrome dilepas dengan harga sekitar Rp81 jutaan.

   
Penulis: