Bagi sebagian orang, merek BMW atau Bayerische Motoren Werke identik dengan pabrikan pembuat mobil mewah. Namun siapa sangka, di antara tahun 1923 hingga 1973 atau selama kurang lebih 50 tahun, perusahaan otomotif asal Jerman ini pernah memproduksi sepeda motor yang kelak menjadi legenda di industri roda dua dunia.
Pada tahun 1923, BMW pertama kali memproduksi sepeda motor mereka yang dinamakan R32. Motor hasil rancangan Mark Fritz ini didukung mesin berkapasitas 486cc, yang mampu meletupkan daya maksimal 8,5 HP atau 6,3 kW serta sanggup meraih kecepatan puncak mencapai 95 hingga 100 km per jam.
Kemudian, pada era Perang Dunia II, BMW juga turut andil dalam memproduksi motor untuk kebutuhan militer. Kala itu, motor terkenal buatan BMW untuk perang adalah model R75. Motor yang diproduksi sebanyak 16.500 unit ini dibekali mesin berkapasitas 745cc, 2 silinder, sehingga mampu memuntahkan daya maksimal 19 kW dan kecepatan puncak 95 km per jam.
Setelah era Perang Dunia II berakhir, BMW masih rutin memproduksi motor-motor klasik yang keren, salah satunya model R50/5. Bersama dengan model R60/5 dan R75/5, motor ini merupakan salah satu varian dari /5 Series yang pertama kali diperkenalkan BMW pada September 1969. Model BMW R50/5 sendiri pertama kali diluncurkan pada tahun 1970, bersamaan dengan kehadiran model R60/5 dan R75/5.
Produksi BMW /5 Series ini dilakukan sepenuhnya di Berlin, karena memiliki cukup banyak tenaga terlatih. Motor ini mengusung desain yang sama sekali baru, termasuk konstruksi yang menyusul prinsip “modular sepanjang jalan” dari suspensi untuk flat unit mesin Twin. Salah satu keunggulan model R50/5 (dan juga model /5 Series lainnya) adalah memiliki sistem starter kick dan juga electric.
Di tahun 1972, pabrikan Jerman memperkenalkan model baru dengan tangki bahan bakar berbentuk persegi panjang dengan aksen chrome berkapasitas 15 liter. Lalu, di paruh kedua 1973, swing arm diperpanjang 6,4 cm sehingga menghasilkan jarak sumbu roda (wheelbase) yang panjang. Hal tersebut memungkinkan penggunaan baterai yang lebih besar, dan tetap mempertahankan kick starter.
Di bagian jantung pacu, motor ini menggendong mesin tipe 4-stroke, two cylinder horizontally opposed Boxer, 2 valve per cylinder, berkapasitas 494cc. Dengan modal tersebut, BMW R50/5 mampu menyemburkan tenaga maksimal 24 kW pada putaran 6.400 rpm dan torsi puncak menembus 39 Nm pada putaran 5.000 rpm melalui transmisi manual 4 percepatan.
Ketika mencapai produksi akhir pada Juli 1973, BMW /5 Series total diproduksi sekitar 500 ribu unit, dengan produksi meningkat signifikan hingga 68.956 unit di tahun 1973. Saat ini, produk bekas motor tersebut ditawarkan dengan harga mulai Rp300 jutaan. Berikut spesifikasi teknis BMW R50/5.
| Tipe Mesin | 4-stroke, two cylinder horizontally opposed Boxer, 2 valve per cylinder |
| Kapasitas Mesin | 494cc |
| Diameter x Langkah | 67 x 70,6 mm |
| Daya Maksimum | 24 kW @ 6.400 rpm |
| Torsi Maksimum | 39 Nm @ 5.000 rpm |
| Transmisi | 4-speed |
| Sistem Pendinginan | Air-cooled |
| Starter | Kick & Electric |
| Rangka | Double loop steel tubular |
| Suspensi Depan | Teleskopik |
| Suspensi Belakang | Long swing arm |
| Rem Depan | Drum brake 200 mm |
| Rem Belakang | Drum brake 200 mm |
| Ban Depan | 3,25-S19 |
| Ban Belakang | 4,00-S18 |
| Tinggi Jok | 850 mm |
| Berat | 205 kg |
| Kapasitas Bahan Bakar | 24 L |






