Ariel Square Four, Motor Klasik Antik yang Dibanderol Mulai Rp90 Jutaan

 2315 views

Jika menyebut nama Ariel, pasti Anda akan langsung teringat sosok vokalis band Noah yang dipuja-puja oleh sebagian besar kaum Hawa kekinian. Namun, dalam bidang , khususnya roda dua, Ariel adalah yang sudah eksis sejak tahun 1870 silam.

Ariel Square Four – www.rgbclassic.com

 

Ariel Motor saat itu terkenal sebagai produsen sepeda high-wheel atau yang lebih populer dengan sebutan Penny Farthing. Didirikan oleh James Starley dan William Hilman, Ariel terus melakukan inovasi dalam bidang sepeda roda dua. Kemudian, pada tahun 1902, ini mulai memproduksi sepeda motor di bawah bendera Components Ltd setelah dibeli oleh Charles Sangster.

Sepeda motor pertama yang dirilis Ariel adalah Arielette dengan 2-stroke, 3 percepatan. Sayangnya, sebelum motor ini sukses di pasaran, Perang I terlanjur menenggelamkan euforia motor tersebut.

Setelah mengalami krisis finansial dan akhirnya bangkrut pada tahun 1930, Ariel kemudian diakuisisi oleh putra kedua Charles Sangster yang bernama Jack Sangster dan mengubah nama menjadi Ariel Motors. Tak lama kemudian, Jack berhasil memproduksi motor pertamanya yang dilabeli Ariel Square Four. Motor yang didesain oleh Edward Turner ini menggendong mesin 500cc, OHC, square-four engine, dan mampu dipacu hingga kecepatan 140 km per jam.

Edward Turner saat itu mengusulkan mesin baru yang tidak biasa dengan mengusung empat silinder vertikal. Karena silinder berdesain vertikal diperlukan dua poros engkol, maka frame  yang hampir seperti dua kembar paralel digabungkan kembali ke depan crankcase. Dua poros engkol yang digabungkan oleh gaya sentrifugal sehingga dua engkol diputar dalam arah yang berlawanan. Dengan kata lain, dua piston diagonal berlawanan berada di TDC, dan dua lainnya berada di BDC.

Turner telah menunjukkan desain untuk beberapa produsen sepeda motor (termasuk BSA) guna mencari pembeli. Tetapi, hanya Jack Sangster di Ariel yang tertarik. Hasilnya adalah mesin OHC, berkapasitas 500cc, empat silinder dengan katup tertutup. Inovasi yang tergolong luar biasa jika dibandingkan dengan sepeda silinder tunggal yang umum pada saat itu.

Pada ajang Olympia Motorcycle Show di akhir 1930-1931, Ariel Square Four menimbulkan sensasi besar. Setelah merilis model 500cc, karena desakan publik, Ariel kemudian meningkatkan kapasitas mesin menjadi 600cc pada tahun 1932 sekaligus menandai berakhirnya produksi model 500cc.

Saat ini, Ariel Square Four masih banyak diburu, terutama oleh para penggemar motor antik sebagai koleksi. Karena itu, tak heran jika bekas motor ini masih dibanderol dengan selangit, yaitu di kisaran Rp90 jutaan hingga Rp150 jutaan per unit.

   
Penulis: