Sudah 2 Kali Dipamerkan, Kapan Cleveland Ace Cafe 400 Meluncur di Indonesia?

Tangerang – Sosok bergaya , Cleveland Ace Cafe 400 sudah 2 kali unjuk gigi di . Yang pertama dipamerkan dalam IIMS bulan April 2019 dan yang kedua di ajang Rider Quest Chapter Two Tanjung Lesung, Banten, awal Juli 2019 lalu.

Cleveland Ace Cafe 400 – .kompas.com

Menurut bocoran kala itu, Cleveland Ace Cafe 400 bakal diluncurkan paling cepat antara bulan Juli atau Agustus 2019. Kemudian acara seremoninya akan dilaksanakan bertepatan atau tidak jauh dari momen peresmian dealer baru Cleveland Cyclewerks di Bekasi. Akan tetapi, sampai saat ini masih belum ada tanda-tanda jika Cleveland Ace Cafe 400 akan segera meluncur.

Ketika dikonfirmasi, Country Marketing Communications Manager PT Sumatra Motor Indonesia, Rinta Asri, menuturkan bahwa perilisan Cleveland Ace Cafe 400 masih menanti waktu yang tepat. “Sedang persiapan dealer baru. Masih sesuai rencana di launch pas pembukaan. Nanti kami update lagi ya begitu siap,” jelas Rinta, Kamis (19/9), seperti dilansir Kompas.

Pihak Cleveland Cyclewerks sebelumnya memang telah menyatakan jika sosok Cleveland Ace Cafe 400 akan jadi jagoan baru di industri roda dua Indonesia. Motor yang mengusung gaya cafe racer tersebut adalah terbaru yang dibekali berkapasitas 400 cc. Kehadiran Cleveland Ace Cafe 400 nantinya diharapkan bisa melengkapi -model Cleveland lainnya yang sudah terlebih dahulu hadir seperti Cleveland Misfit, Ace Deluxe, Ace Scrambler, dan Heist yang kubikasi mesinnya lebih kecil.

Salah satu hal yang menarik dari Cleveland Ace Cafe 400, motor ini kabarnya bakal menyasar segmen yang minim pesaing. Pasalnya, hanya sedikit motor berkapasitas 400 cc di Indonesia, apalagi yang bergaya cafe racer. Adapun yang kubikasi mesinnya setara adalah Himalayan dan Ducati Scrambler Sixty2 yang mengusung genre berbeda-beda.

Hendra Setiawan, Direktur Utama PT Sumatra Motor Indonesia (SMI), APM Cleveland di Indonesia sebelumnya mengakui jika Ace Cafe 400 ada di kelas yang memang masih kurang familier. Tetapi hal itu justru dinilai sebagai kelebihan tersendiri.

“Kebetulan prinsipal kita membuat motor seperti ini. Jadi kalau kita bicara Ace Cafe 400 bisa dibilang segmented tapi tidak juga, sebab kita lihat sekarang ini pecinta motor sudah mulai beragam, cafe racer juga salah satunya, dan sekarang juga mulai tertarik dengan motor yang bisa dibilang middle segment, tidak terlalu besar atau kecil,” beber Hendra.

   
Penulis: