Kekurangan Yamaha V-ixion All Version

 8859 views

V-ixion merupakan varian motor entry-level yang pertama kali diluncurkan di pada tahun 2007 silam. Motor ini merupakan motor pertama buatan Motor Company yang telah menggunakan sistem injeksi bahan bakar. Dengan 150cc, V-ixion memang dihadirkan untuk mengimbangi kompetitor lain di kelas yang sama.

motorterbaru.xyz

 

Untuk sektor dapur pacunya, Yamaha V-ixion menggendong mesin berkapasitas 149,8cc, SOHC, 4 valve, liquid-cooled. Dengan bekal tersebut, motor ini mampu meletupkan tenaga hingga 16,59 hp pada putaran mesin 8.500 rpm, serta torsi maksimal menyentuh 14,5 Nm pada putaran mesin 7.500 rpm. Semua tenaga tersebut disalurkan melalui sistem transmisi lima percepatan.

Generasi pertama V-ixion hadir dalam rentang waktu 2007-2010. Generasi ini memiliki bodi dengan lekukan menyambung dari depan hingga belakang. Sementara, sistem suspensi monoshock di belakang dan suspensi depan tergolong besar.

Lalu, generasi kedua meluncur di rentang waktu 2010-2012. Teknologi dan merupakan kata yang paling tepat untuk menggambarkan varian ini. Penampilan V-ixion menjadi lebih gagah dan agresif, dengan menghadirkan warna hitam pada delta box. Sementara, headlamp yang tadinya berbentuk bulat diganti menjadi lebih futuristik.

Pada tahun 2013, generasi ketiga V-ixion meluncur dengan desain yang sangat memikat. Motor sport ini hadir dengan lima aksesori pendukung, yang meliputi single seater, short rear fender, cover tandem bracket, under crowl, dan radiator cover.

Dua tahun setelahnya, atau pada 2015 lalu, Yamaha kembali menghadirkan New V-ixion Advance, dengan beberapa pembaruan, seperti headlamp dengan bentuk lancip dan mengusung sistem kelistrikan DC, shround atau sayap dengan dual layer dan desain tajam, hingga spakbor belakang pendek yang tampak eye-catching serta mesin yang telah sesuai EURO 3.

Meski begitu, sejak generasi awal, Yamaha V-ixion tak luput dari kekurangan. Beberapa kekurangan motor sport ini antara lain:

  • Lampu depan dan belakang yang masih menggunakan bohlam. Padahal pesaingnya, semisal CB150R Streetfire milik , sudah menggunakan lampu Light Emiting Diode (LED).
  • Speedometer yang masih berbentuk semi-digital (perpaduan analog dan digital).
  • Tidak adanya kick starter. Meski pihak Yamaha mengatakan bahwa motor tanpa kick starter akan terlihat lebih canggih, namun ini masih sangat digemari para rider, terutama laki-laki karena terkesan gagah.
  • Mesin masih menggunakan sistem SOHC, yang sangat tidak cocok bagi biker yang doyan melajukan tunggangannya dengan rpm tinggi. Ini masih ditambah dengan sistem transmisi yang hanya lima percepatan saja. Meski tidak memengaruhi , aura motor sport akan sedikit berkurang jika dibandingkan dengan penggunaan sistem transmisi enam percepatan.
   
Penulis: