Kelemahan Honda CB150R StreetFire

 39082 views

Kehadiran 150R StreetFire ke pasaran memang mengundang decak kagum pencinta di Indonesia. Selain itu, kemunculan buatan ini juga sekaligus membuat ketar-ketir para pesaingnya di pasar motor berkubikasi 150cc, termasuk New V-ixion milik Yamaha.

www.turbanrider.com

 

 

Pasalnya, tampilan CB150R StreetFire memang lebih berotot dengan mengusung desain head cover berbentuk V-Shape. Selain itu, kode Honda CB150R StreetFire ini juga memiliki desain baru dengan aksen bertingkat. Sementara, tangki bahan bakar tampil dengan ukuran lebih besar berpadu shroud baru yang memiliki bentuk runcing dan berkarakter.

Pada sektor dashboard, panel speedometer LCD monochrome menyertakan dua klaster yang terlihat menyatu berbentuk trapesium terbalik. Klaster pertama berbentuk memanjang yang ditempati rpm meter , trip meter, penunjuk jam, serta indikator bahan bakar. Sementara, klaster lainnya menunjukkan kecepatan dengan ukuran huruf besar.

Untuk sektor jantung pacunya, CB150R StreetFire menggendong 4-stroke, DOHC, silinder tunggal, empat katup, berkubikasi 149,16cc. Dengan bekal tersebut, motor ini mampu meletupkan daya hingga 12,4 kW atau 16,9 hp pada putaran 9.000 rpm, serta torsi puncak mencapai 13,8 Nm pada putaran 7.000 rpm. Semua tenaga tersebut disalurkan melalui sistem transmisi manual enam percepatan.

Selain itu, sistem transmisi CB150R StreetFire juga sangat mulus dan lembut, mirip CBR650F atau CB650F. Perpindahan gear yang lembut, baik up maupun down, membuatnya hanya menghasilkan suara yang halus saat dioperasikan.

Meski begitu, layaknya produk lain, Honda CB150R StreetFire juga tak luput dari kelemahan. Berikut beberapa kelemahan atau kekurangan CB150R StreetFire yang kerap dikeluhkan konsumen.

  • Kualitas finishing plastik pada sambungan tangki dan stang masih kurang bagus. Para pemilik harus melapisi bagian ini dengan cutting sticker atau sejenisnya agar warnanya tidak cepat pudar.
  • Transmisi puncak CB150R StreetFire masih kurang greget, dengan garis rpm digital terasa cukup lama untuk menuju peak.
  • Terdapat lubang yang menganga di antara rangka teralis, sehingga terkesan kopong. Rangka berdiameter kecil yang menjadi rangka utama tidak bisa menutupi area kosong tersebut.
  • Motor asal Jepang ini tidak memiliki fitur pass beam dan engine off.
   
Penulis: