Spesifikasi Norton ES2, Motor Sport Klasik Buruan Kolektor

 5151 views

Norton mungkin belum begitu familiar bagi publik otomotif Tanah Air. Namun, buat mereka yang menggeluti (moge) dan juga -motor klasik, tentu sudah tak asing lagi dengan nama pabrikan asal Inggris ini.

Norton ES2 – silodrome.com

 

Norton pertama kali didirikan pada tahun 1898 oleh James Lansdowne Norton yang saat itu bermarkas di Birmingham. Pada tahun 1902, Norton mulai membangun motor menggunakan mesin Perancis dan Swiss. Lima tahun kemudian, Norton lewat pengendaranya, Rembrandt Flower, memenangkan kelas silinder kembar pada ajang Isle of Man TT edisi perdana.

Pada tahun 1908, ada delapan model motor yang dijual, enam menggunakan mesin Norton sedangkan dua lainnya menggunakan mesin merek lain. Mesin pada motor ini mengawali sistem satu silinder, yang kemudian dilanjutkan dengan beberapa perubahan hingga akhir 1950-an. Popularitas Norton menanjak ketika pabrikan Inggris tersebut selalu hadir di ajang balap motor yang berlangsung di berbagai negara di Eropa. Merek ini sendiri populer dengan motor-motor model yang memiliki unik dan klasik.

Di Indonesia, merek ini pernah hilir mudik di jalanan Tanah Air pada dekade 1960-an. Ada dua model motor Norton klasik yang menjadi idola para penggemar motor di Indonesia, yang satu adalah model Norton Navigator Twin keluaran tahun 1962 dengan kapasitas mesin 350cc, serta Norton ES2 keluaran tahun 1952 dengan kapasitas mesin 500cc. Bahkan, hingga kini, kedua motor tersebut masih diburu para kolektor barang-barang antik.

Khusus untuk model Norton ES2, motor ini sebenarnya sudah dibangun pabrikan asal Inggris sejak tahun 1927 silam. Motor ini awalnya dirancang untuk kebutuhan sport, tetapi secara bertahap dikalahkan oleh model yang lebih kuat. Salah satu keunggulan motor ini yang membuatnya tetap populer adalah kemudahan dalam pemeliharaan (maintenance), andal di jalanan, serta desain tradisional yang unik.

Awalnya, Norton ES2 mengusung single stroke panjang, dengan diameter x langkah 79 x 100 mm. Kemudian, pada tahun 1947, motor ini mendapatkan garpu depan model teleskopik hidrolik inovatif dan pengembangan suspensi belakang plunger. Selang enam tahun kemudian, ES2 mengusung single downtube swing arm frame dan memiliki rangka Featherbed pada tahun 1959. Model 1959 ini juga menampilkan AMC gearbox yang ditingkatkan, revisi kepala silinder, serta rem depan 8 inch dengan hub lebar penuh.

Untuk model yang diproduksi tahun 1961, motor ini memiliki bingkai Slimline dengan rel frame atas menyempit dan pembenahan tangki agar terlihat lebih ramping. Terakhir, model yang dibangun pada tahun 1964, mengusung mesin berbasis Matchless sebelum dihentikan produksinya dua tahun kemudian seiring kegagalan komersial dari AMC Group.

Di bagian jantung pacu, pabrikan asal Inggris membekali model ES2 dengan mesin tipe 4-stroke, single cylinder, overhead valve, berkapasitas 490cc. Dengan bekal tersebut, motor ini mampu memuntahkan tenaga maksimal 29 BHP pada putaran 5.300 rpm dan puncak 79 mph. Saat ini, antik motor tersebut dijual dengan mulai Rp85 jutaan. Berikut spesifikasi teknis Norton ES2.

Tipe Mesin 4-stroke, single cylinder, overhead valve
Kapasitas Mesin 490cc
Diameter x Langkah 79 x 100 mm
Rasio Kompresi 6,45 : 1
Sistem Pendinginan Air-cooled
Sistem Bahan Bakar Amal Monobloc 276
Starter Kick
Daya Maksimum 29 BHP @ 5.300 rpm
Suspensi Depan Teleskopik
Suspensi Belakang Swing arm, plunger
Ban Depan 3,25-19
Ban Belakang 3,25-19
Rem Drum brake
Tinggi Jok 31 inch
Jarak Sumbu Roda 56,5 inch
Berat Kosong 169,6 kg
Kecepatan Maksimum 79 mph
   
Penulis: