Ducati Multistrada 950 & Monster 797 Siap Mejeng di IIMS 2017

Jakarta – Agen Pemegang Merek (APM) di Indonesia, PT Garansindo Euro Sports (GES) mengungkapkan bahwa tahun 2017 ini asal ini siap meramaikan pasar Tanah Air dengan 5 baru. Bahkan target penjualan tahun ini juga naik 2 kali lipat dari tahun sebelumnya.

Ducati Monster 797 – www.coolthings.com

 

Managing Director GES, Dhani M Yahya menuturkan bahwa 2 terbaru Ducati akan dirilis dalam ajang bergengsi Indonesia International Show (IIMS) 2017 pada bulan April mendatang. Sedangkan 3 produk lainnya akan dilaunching pada semester kedua.

Menurut Dhani, 2 motor Ducati yang akan hadir di IIMS 2017 antara lain adalah Multistrada 950 dan Monster 797. Dua yang pertama kali diperkenalkan dalam EICMA ini adalah versi pembaruan sekaligus varian terbaru yang dianggap paling cocok untuk pasar Asia.

“Setelah itu, tiga sisanya adalah Ducati Supersport, Scrambler Cafe Racer, dan Scrambler Desert Sled. Adanya lima produk baru, kami ingin mengembangkan pasar lebih besar,” ungkap Dhani di Ducati Flagship Store, Kemang.

GES sendiri saat ini telah resmi memasarkan berbagai motor Ducati mulai dari Monster, Hypermotard, Hyperstrada, Multistrada, Diavel, Panigale, dan Scrambler. yang dibanderol untuk moge-moge keren tersebut mulai dari Rp 219 juta – Rp 1,799 miliar off the road.

Lebih lanjut Dhani mengungkap bahwa hingga kini Scrambler masih menjadi motor terlaris dari Ducati. Kemudian disusul oleh varian Multistrada dan Monster. “Scrambler 90 persen. Dari 90 itu, 55-65 itu model Sixty2, dan sisanya Scrambler 800. Lalu diikuti Multistrada, Monster, dan setelah itu -tipe lain seperti Diavel, serta Panigale,” kata Dhani.

Tahun ini kabarnya GES memiliki target penjualan sekitar 200 unit. “Sudah 100 lebih secara keseluruhan, Mei sampai Desember 2016. Tahun ini kita target double. Selain itu, yang terpenting bagaimana memberikan the best services most kepada . Kami sudah punya full product, full range apparel, spare part, servis dan tahun ini kami akan mengembangkan network di area potensial, seperti Bali, Surabaya, Bandung. Pertama Jakarta, karena di situ mayoritas market  di Jakarta,” tandas Dhani.

   
Penulis: