Kelemahan Yamaha Scorpio Z, Anak Tiri YIMM

21954 views

Yamaha Scorpio Z tampil sebagai varian sport dengan paling tinggi yang dimiliki oleh Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). Bagi para pemburu , tenaga sebesar 19ps@8000rpm yang mampu dimuntahkan oleh Scorpio Z membuatnya layak untuk dipilih. Meski begitu, Scorpio seakan menjadi anak tiri di antara keluarga besar YIMM. Upgrade yang diberikan oleh YIMM terkesan kuran berarti dan hanya sebatas ‘ganti baju’.yamaha-scorpio-z

Pada kesempatan kali ini, akan kita kupas segala kelemahan yang dimiliki oleh varian berkapasitas terbesar dari YIMM ini.

Mesin Cepat Panas dan Performa Loyo

Hal ini sudah menjadi rahasia umum di kalangan pemilik Scorpio. Berkendara dalam durasi panjang membuat mesin menjadi super panas dan tenaga yang disemburkan seketika berubah menjadi loyo. Untuk mengakalinya, tidak sedikit diantara pengguna yang kemudian memilih untuk memasang oil cooler.

Masih menggunakan

Baca juga:   Yamaha Grand Majesty 400, Varian Tertinggi Skuter Bongsor Majesty

Teknologi karburator dianggap bertentangan dengan konsep irit yang justru digalakkan oleh mayoritas pabrikan motor. Selain itu, gas buang masih terlalu tinggi hingga dianggap tidak ramah lingkungan dan bakal terbentur .

Rem Belakang Belum Cakram

Rem belakang Yamaha Scorpio Z masin memanfaatkan Tromol.

Oli Mesin lebih Besar
Kapasitas oli yang harus diisikan pada Yamaha Scorpio Z adalah sebesar 1,25 liter. Hal ini dinggap cukup merepotkan, karena Anda tak cukup hanya dengan menyediakan 1 botol oli bervolume 1 liter.

Baca juga:   Yamaha Rilis Crosser 150, Motor Adventure Teranyar Pesaing CB150X

Getaran Mesin pada kecepatan Medium

Keadaan ini bisa Anda rasakan ketika Anda memacunya dalam kecepatan medium. Namun efeknya akan berkurang ketika Anda memasuki mode high speed.

Hanya Nyaman untuk dikendarai Sendiri

Mono Shock di belakang Scorpio dirasa terlalu empuk seolah ambles jika digunakan untuk berboncengan, namun sangat nyaman untuk digunakan berkendara seorang diri.

Bobot Berat

Masalah ini baru akan terasa ketika motor sedang mogok, atau terjadi hal-hal lain yang mengharuskan Anda menuntun motor atau memasang dongkrak. Dengan bobotnya yang mencapai 140 kg, tentu butuh tenaga lebih untuk menuntun atau mengangkatnya.

Baca juga:   Tiru Model Eropa, Yamaha XMAX 250 di Indonesia Terima Warna Baru

Spare part mulai Langka

Scorpio Z terakhir kali dirilis pada tahun 2009. Masalah klasik yang dihadapi oleh pemilik motor yang sudah tidak diproduksi adalah susahnya mencari spare part pengganti. Dalam 10 hingga 15 tahun ke depan, spare part Scorpio akan benar-benar menjadi langka.

Jual Kembali kurang Memuaskan

Dibandingkan produk kompetitor yang sekelas, harga jual Yamaha Scorpio bekas bisa dikatakan cukup anjlok di pasaran karena peminatnya yang terbatas.

 

author