Bangkok – Sepeda motor bergaya klasik, Honda CT125 telah diluncurkan di Indonesia sejak Agustus 2020 lalu. Motor bebek trekking ini baru dipasarkan dalam satu warna, yakni glowing red alias merah. Berbeda dengan Indonesia, di Thailand rupanya varian warna Honda CT125 lebih beragam, tersedia kelir merah dan juga cokelat gurun. Bahkan yang terbaru, Honda Thailand dikabarkan bakal menghadirkan warna anyar untuk CT125, yakni safari green alias hijau army.
“Warna baru ini hadir karena mewakili tema hutan. Cocok dengan demografi motor bebek CT125 yang diposting untuk bisa dipakai bertualang ringan,” demikian seperti dilansir dari Young Machine melalui MSN.
Motor Honda CT125 mempunyai dimensi panjang 1.929 mm, lebar 786 mm, dan tinggi 1.088 mm. Salah satu daya tarik dan ciri khas dari Honda CT125 tentu saja gayanya yang kental dengan kesan adventure, seperti disematkannya aksesori berupa karet pelindung pada shockbreaker depan.
Aura petualang pun dipertegas dengan adanya pelindung mesin, ban semi trail, dan knalpot mode up-swept layaknya motor custom dengan gaya scrambler. Ban semi trail di bagian kaki-kaki Honda CT125 ini dilengkapi dengan pelek jari-jari. Suspensi belakang Honda CT125 memakai jenis dual shock breaker yang dirancang khusus kebutuhan off-road.
Di Indonesia, motor Honda CT125 dipasarkan oleh PT Astra Honda Motor (AHM) dengan harga yang cukup mencengangkan, yakni Rp76,8 juta berstatus on the road. Spesifikasi Honda CT125 yang dijual di Indonesia pun sama seperti yang mengaspal di Thailand. Honda CT125 mengusung mesin berkapasitas 125 cc, PGM-FI, 4 langkah, berpendingin udara, dengan bore dan stroke 52,4 x 57,9mm, serta rasio kompresi 9.3:1. Motor ini diklaim mampu memuntahkan tenaga maksimal hingga 6,5 kW yang dicapai pada rpm 7.500 dan torsi maksimal sebesar 11 Nm pada rpm 4.500.
Motor ini juga dilengkapi tempat besar di bagian belakang jok pengendara untuk menaruh barang bawaan dengan kapasitas maksimal 20 kg. Honda CT125 ditunjang dengan tangki bahan bakar berkapasitas 5,3 liter untuk menemani pengendara berpetualang.






