Benelli Bakal Pajang Motor Leoncino 500 dan TRK 502 di IIMS 2019

 218 views

Jakarta – Dalam gelaran Indonesia International Show (IIMS) 2019 dipastikan akan ada banyak agen pemegang merek (APM) yang meramaikan jalannya pameran, salah satunya seperti brand asal Italia, . Motor Indonesia (BMI) bahkan telah mengonfirmasi jika pihaknya bakal memboyong 2 varian () mereka, yaitu Leoncino 500 yang bergaya scrambler dan TRK 502 dari segmen adventure.

Benelli Leoncino 500 – www.ebay.com

Pihak Benelli Indonesia sengaja menghadirkan kedua motor tersebut karena menilai bahwa segmen motor scrambler dan adventure memang tengah digandrungi oleh para penggemar di Indonesia.

“Benelli akan meluncurkan dua produk terbaru. Sebenarnya, keduanya sudah banyak dibahas di berbagai media massa, tapi kami baru meluncurkannya di IIMS 2019. Karena IIMS adalah acara besar, jadi kami rasa itu waktu yang tepat. Jenis scrambler yang akan kami luncurkan adalah Leoncino 500. Sementara untuk adventure, ada TRK 502,” ucap Chairman Benelli Indonesia, Steven Kentjana Putra, seperti dilansir 100kpj, Sabtu (13/4).

Tak hanya Leoncino 500 dan TRK 502, Benelli pun akan meluncurkan motor . “Kami akan pajang di lantai pameran 10 unit motor display. Selain dua model baru tersebut ada satu motor yang di Malaysia sedang viral dari model underbone untuk anak milenial. Saya datangkan RFS 150i dan saya mau tes pasar di IIMS,” kata Steven.

Benelli RFS 150i diklaim memiliki berbagai keunggulan dari segi dan . Motor tersebut mengusung sistem pengapian tiga busi dan merupakan satu-satunya model underbone Benelli yang memakai teknologi tersebut.

Lebih lanjut Steven menjelaskan, RFS 150i dibekali mesin 149 cc SOHC satu silinder liquid cooled yang diklaim dapat menyemburkan tenaga hingga 15 tk pada 8.500 rpm dan torsi maksimum 13 Nm pada 7.000 rpm yang dipadukan dengan manual 6 percepatan. “Pameran nanti hanya untuk pajangan saja, kami tidak fokus ke underbone 150 cc ini. Saya lebih banyak di model klasik dan retro. Saya tidak mau head to head dengan pemain besar dulu, musti dibuat programnya agar menarik minat konsumen,” tutup Steven.

   
Penulis: