Kopling Basah dan Kopling Kering (Kekurangan dan Kelebihannya)

 4874 views

Bagi para pengendara sepeda , pasti sudah tidak asing lagi dengan kopling. Kopling adalah yang berfungsi sebagai penghubung dan pemutus tenaga putaran dari poros engkol ke gearbox dan selanjutnya diteruskan ke roda . Letak kopling umumnya ada di sisi kanan dari sepeda motor. Sistem kopling sepeda motor inilah yang selanjutnya mampu menggerakkan sepeda motor untuk berjalan.

Kopling Kering – b2kproject.wordpress.com

 

Berdasarkan cara kerjanya, kopling bisa dibagi menjadi dua , yaitu kopling dan kopling . Kopling memiliki prinsip kerja saat putaran mesin motor lambat, maka plat kopling dengan kanvas masih saling merenggang sehingga putaran mesin motor belum menghubungkan antara transmisi ke roda belakang. Sementara, kopling otomatis bekerja berdasarkan gaya sentrifugal.

Jika dilihat dari jenis pelumasan, kopling sepeda motor dapat dibagi menjadi kopling basah (wet clutch) dan kopling kering (dry clutch). Sebenarnya, ada juga kopling licin (slippery clutch), namun yang lebih banyak digunakan adalah jenis kopling kering dan kopling basah.

Kopling basah adalah jenis yang paling banyak dipakai sepeda motor masa kini. Kopling ini memiliki keunggulan dalam hal kemudahan perawatan dan biaya operasional yang lebih murah. Kopling basah sangat cocok dipasang pada mesin sepeda motor yang dipakai harian. Di , kopling ini banyak diaplikasikan pada sepeda motor jenis moped (motor bebek) dan juga matik.

Prinsip kerja kopling ini adalah merendam bagian dalam kopling yang terdapat dalam crank case (bak poros engkol) dengan minyak pelumas/oli. Pelumas berfungsi sebagai pendingin untuk mencegah kopling terbakar. Fungsi lainnya adalah untuk melumasi bushing (bos) dan bearing (bantalan) yang terdapat pada rumah kopling dan melumasi kanvas dan gigi yang terdapat pada plat kopling.

Sementara, kopling kering adalah kopling yang biasa digunakan pada motor-motor berukuran besar. Disebut kopling kering karena penempatan kopling berada di luar ruang oli dan selalu terbuka dengan udara luar untuk menyalurkan panas yang dihasilkan saat kopling bekerja. Kopling ini cocok untuk motor berukuran besar (khususnya motor balap) karena mampu mengurangi berat sepeda motor. Sayangnya, kopling jenis ini rentan terhadap air, debu, dan oli.

   
Penulis: