Motor Jadul Suzuki yang Populer di Indonesia

 12187 views

Sejak masuk Indonesia pada tahun 1970-an, telah merilis banyak varian di Indonesia. keluaran Suzuki pun sangat laris di pasaran Tanah Air, bahkan produk lawasnya (jadul) pun hingga kini masih banyak diburu. Dari sekian banyak jadul milik Suzuki, berikut beberapa yang cukup populer di zamannya.

Suzuki A100

Suzuki A100 merupakan motor pertama yang dipasarkan Suzuki ke Indonesia. Motor ini diperkenalkan pertama kali pada tahun 1973 berbarengan dengan FR70, namun mulai dipasarkan untuk publik setahun kemudian.

Motor ini sendiri memiliki dimensi 1.830 x 760 x 1.010 mm, dengan wheelbase 1.200 mm, dan berat kosong 83 kg. Sementara untuk sektor kaki-kakinya, Suzuki A100 mengusung roda depan dan belakang berukuran 2,50-18, yang nyaman dipakai pada permukaan jalan yang rata.

Beralih ke sektor jantung pacu, Suzuki A100 menggendong 2-stroke, berpendingin udara, katup rotary, berkapasitas 98cc. Dengan bekal tersebut, motor ini mampu memuntahkan daya hingga 9,3 hp pada putaran 7.500 rpm, serta torsi puncak menembus 0,95 kg-m pada putaran 6.500 rpm. Semua tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi manual 4 percepatan.

suzuki a100 – commons.wikimedia.org

 

Suzuki TS 125

Suzuki TS 125 merupakan motor enduro legendaris keluaran Suzuki dengan tampilan gahar dan banyak digunakan untuk mengikuti event balap motocross pada tahun 1970-an. Motor ini diproduksi pertama kali pada tahun 1970, dan masuk pasar otomotif Indonesia sekitar tahun 1976.

Di Indonesia, motor ini setidaknya hadir dalam empat varian dalam rentang waktu 1976 hingga 2005. Varian pertama adalah Suzuki TS 125A yang dirilis tahun 1976, kemudian Suzuki TS 125B yang diluncurkan tahun 1977, menyusul Suzuki TS 125C yang hadir setahun berikutnya, dan terakhir Suzuki TS 125 ER yang diproduksi pada tahun 1993.

Meski hadir dalam empat generasi berbeda, namun secara umum Suzuki TS 125 menggendong mesin bertipe 2-stroke, silinder tunggal, air-cooled, berkapasitas 123cc. Dengan bekal tersebut, motor ini mampu memuntahkan tenaga 13 HP pada putaran 7.000 rpm dan torsi puncak menembus 14,7 Nm pada putaran 6.000 rpm yang disalurkan melalui sistem transmisi manual enam percepatan.

suzuki ts 125 – triyantobanyumasan.com

 

Suzuki Bandit

Bagi penggemar (moge) era 1980-an pasti mengenal motor ini. Suzuki Bandit memang sangat populer di masa itu berkat desain yang diusungnya serta sangat cocok digunakan untuk touring.

Di Indonesia, varian Suzuki Bandit yang cukup digemari adalah Suzuki Bandit 250 dan Suzuki Bandit 400. Untuk Suzuki Bandit 250, ini meluncur pertama kali pada tahun 1989 dengan dukungan mesin DOHC, 16 valve, in-line 4 silinder, berkapasitas 248cc, berpendingin cairan. Dengan bekal tersebut, Bandit 250 mampu meletupkan daya hingga 45 HP pada putaran 14.000 rpm.

Sementara, Bandit 400 hadir di Indonesia di rentang 1991-1999 yang merupakan versi Singapura (Inggris). Motor ini menggendong mesin 398cc, berpendingin cairan, DOHC, 16 valve, didukung slingshot . Dengan bekal tersebut, motor ini mampu menyemburkan tenaga hingga 53 HP pada putaran 11.500 rpm, serta torsi puncak 3,9 kg.m di putaran 10.500 rpm.

suzuki bandit – en.wikipedia.org

 

Suzuki RGR 150

Motor ini bisa disebut sebagai salah satu legenda motor di era 1990-an. Bagaimana tidak, motor berkapasitas 147cc ini sudah mengusung teknologi Super Scavenging System (SSS), yaitu penerapan tiga multi-lubang transfer yang bisa mengolah pembakaran mesin lebih sempurna. Selain itu, dibekali juga dengan teknologi SIPC (Suzuki Intake Pulse Control) yang berfungsi mengontrol bahan bakar yang dibutuhkan mesin.

Dengan kedua teknologi tersebut, Suzuki RGR 150 mampu memuntahkan tenaga hingga 26,5 HP pada putaran mesin 9.500 rpm. Dengan bobot yang ringan, sekitar 99,8 kg, motor ini juga mudah melaju kencang dan mampu meraih maksimal hingga 160-170 km/jam. Sayangnya, motor ini merupakan motor terboros di kelas motor sport 2-tak 150cc.

Di Indonesia, Suzuki RGR 150 hadir pertama kali pada tahun 1990. Ada tiga varian Suzuki RGR 150 yang mengaspal di Tanah Air, yaitu Suzuki RGR 150 Sprinter, Suzuki RGR 150 Crystal, dan Suzuki RGR 150 Tornado, yang hanya dibedakan dari sisi tampilan luarnya.

suzuki rgr 150 – motorblitz.com

 

120

Hadir pertama kali di Indonesia pada tahun 1997, Satria 120 R langsung populer di kalangan anak muda saat itu. Bagaimana tidak, mengusung kapasitas silinder terbesar di kelas motor bebek pada masanya, Suzuki Satria 120 tampil dengan konsep sporty dan memiliki performa tinggi.

Suzuki Satria 120 dibekali mesin tipe 2-stroke, silinder tunggal, air-cooled, berkapasitas 120,7cc. Dengan bekal tersebut, motor bebek sport ini mampu memuntahkan tenaga 13,5 PS pada putaran 7.500 rpm dan torsi puncak 1,36 kg.m pada putaran 6.500 rpm. Semua tenaga tersebut disalurkan melalui sistem transmisi manual 6 percepatan.

Sayangnya, meski populer, Suzuki Satria 120 harus berhenti produksi pada tahun 2005. Posisinya kemudian digantikan oleh Satria F150.

suzuki satria 120 – dwinugros.wordpress.com

 

Suzuki Tornado

Motor ini hadir di Indonesia dalam rentang waktu 1994 hingga 2004. Saat itu, Suzuki Tornado diluncurkan untuk mengganggu eksistensi Yamaha F1ZR. Namun dari segi popularitas, motor ini masih kalah dari saudaranya, Suzuki Satria 120.

Suzuki Tornado menggendong mesin 2-stroke, Jet Cooled, silinder tunggal, berkapasitas 109cc. Dengan bekal tersebut, motor ini mampu meletupkan daya maksimal 13 dk pada putaran 7.500 rpm dan torsi puncak 1,25 kg.m pada putaran 7.500 rpm, yang disalurkan melalui sistem transmisi manual empat percepatan.

   
Penulis: