Penyebab Bunyi “Klitik” pada Kawasaki ER-6n dan Efek Jangka Panjangnya

 2784 views

Jika Anda pencinta motor sport berukuran gede, Anda tentunya sudah tidak asing lagi dengan Kawasaki ER-6n. Motor yang pertama kali masuk pasar Indonesia pada tahun 2011 lalu tersebut terkenal sebagai motor gede handal yang dibekali dengan spesifikasi aduhai.

kawasaki er-6n – www.ashonbikes.com

 

Motor ini terkesan gagah dan macho berkat desain tangki bahan bakar yang besar dan lebih tinggi 20 mm dari model sebelumnya. Tangki yang berbentuk sangat ergonomis ini sanggup menampung 16 liter bahan bakar. Sementara untuk rangkanya, Kawasaki ER-6n menggunakan sistem rangka all-new double-pipe perimeter-style. Rangka yang terbuat dari high-tensile steel ini sudah menjadi identitas tersendiri bagi jenis naked bike ER-6n agar memiliki bobot yang lebih ringan.

Perbedaan paling mencolok Kawasaki ER-6n dengan motor sport model naked bike lainnya adalah pada sistem suspensi belakangnya. Jika motor naked biasa menggunakan konsep single suspensi belakang berada tepat di tengah, Kawasaki malah membuat konsep suspensi belakang berada di samping kanan dan lebih merunduk.

Fitur menarik lainnya adalah posisi air intake duck untuk pasokan udara ke mesin. Posisinya berada di celah antara rangka bentuk double-pipe. Dengan demikian, bentuk motor terlihat semakin padat dan mampu memberikan pasokan udara segar pada mesin.

Sementara di sektor jantung pacu, pabrikan Jepang membekali motor ini dengan mesin tipe 4-stroke, dua silinder sejajar, DOHC, 8 katup, fuel injection, berkapasitas 649cc. Dengan modal tersebut, Kawasaki ER-6n diklaim mampu memuntahkan tenaga maksimal 53 kW (72,1 PS) pada putaran 8.500 rpm dan torsi puncak 64 Nm pada putaran 7.000 rpm melalui sistem transmisi manual 6 percepatan.

Dengan desain gahar dan spesifikasi mesin mumpuni, tak aneh jika harga motor gede ini terbilang mahal. Di Indonesia, satu unit Kawasaki ER-6n ditawarkan dengan harga Rp106.200.000 dan tersedia dalam pilihan warna hijau, merah, dan hitam.

Namun, meski gahar, ada beberapa konsumen yang mengeluhkan bunyi “klitik” pada motor Kawasaki ER-6n ini, terutama ketika mesin motor sangat panas. Ada beberapa pendapat yang bilang, bunyi “klitik” disebabkan oleh pemakaian bahan bakar dengan oktan yang rendah atau ignition timing yang terlalu advance.

Efek jangka panjang bunyi “klitik” pada Kawasaki ER-6n bisa membuat piston bolong dan jika bunyinya makin parah dapat berefek buruk pada poros engkol (crankshaft). Namun secara keseluruhan, bunyi “klitik” pada motor ini masih dalam kategori ringan dan hanya terjadi saat motor berhenti karena mesin terkena efek knocking.

   
Penulis: