Perkenalkan Scorpion-3, Motor Terbang Ala Star Wars

 485 views

Jika Anda penggemar film-film buatan Hollywood dengan genre science fiction atau fiksi ilmiah, Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan film berjudul “Star Wars”. “Star Wars” merupakan salah satu franchise terkenal produksi Hollywood yang sejak pertama kali dirilis, telah menjadi sebuah fenomena budaya dan menghasilkan banyak produksi film, buku, permainan video, serial televisi, dan banyak lainnya yang dipasarkan.

Scorpion-3 – theinsidedrop.com

 

“Star Wars” sendiri menggambarkan sebuah galaksi yang sangat, sangat jauh pada masa yang sangat lampau, dan juga pada umumnya menggambarkan Jedi sebagai gambaran kebajikan, yang bertentangan dengan Sith, yang merupakan gambaran kejahatan. Senjata mereka, lightsaber, terkenal di budaya populer. Dunia fiksi tersebut juga memiliki beragam tema, termasuk tema-tema yang dipengaruhi oleh bidang filsafat dan agama.

Sebagai salah satu franchise terkenal, beberapa komponen dalam film “Star Wars” telah menjadi hal yang iconic yang dipuja banyak penggemar. Selain senjata lightsaber, di dalam film ini juga menampilkan kendaraan yang dapat terbang. Nah, jika kebanyakan komponen di “Star Wars” hanya berada di angan-angan, masyarakat mungkin sebentar lagi dapat melihat produk nyata dari terbang ala “Star Wars” yang dinamakan Scorpion-3.

Scorpion-3 merupakan sebuah prototipe terbang ala “Star Wars” yang dikembangkan oleh perusahaan asal Rusia, Hoversurf. Meski Scorpion-3 masih dikategorikan sebagai alat olahraga ekstrem, namun pihak pengembang yang berbasis di Moskow optimistis bahwa terbang ini memiliki potensi dalam industri .

Scorpion-3 adalah quadcopter dengan kursi tunggal yang dapat dioperasikan, baik menggunakan tenaga maupun baterai hybrid. Kendaraan, yang dapat dikendalikan oleh pilot manusia atau jarak jauh, ini dapat digunakan di masa depan untuk transportasi atau kargo pengiriman. Sekilas, penampilan kendaraan ini memang mengingatkan pada persilangan antara quadcopter dan speed bike dalam film “Star Wars”.

Tim di belakang Hoversurf bertujuan untuk membuat operasional Scorpion-3 yang sederhana seperti naik sepeda dengan menggabungkan kursi sepeda motor dan frame dengan quadcopter drone. Sementara itu, dikemudikan oleh pilot manusia, terdapat keamanan built-in dari kehilangan kontrol dan bergerak terlalu cepat atau tinggi. Itu semacam buzzkill untuk pencari sensasi, tetapi jika pengamanan dapat membantu pengemudi menghindari terbang ke pohon atau jatuh dari langit, mereka mungkin akan menyesuaikan diri dengan kendala.

Tim Hoversurf sendiri sukses memamerkan kemampuan Scorpion-3 dalam sebuah uji coba penerbangan pada Februari 2017 lalu yang berlangsung di Moskow. Kendaraan ini dapat dengan mudah melakukan manuver di dalam ruangan. Perwakilan dari Hoversurf memaparkan bahwa Scorpion-3 dapat mencapai kecepatan maksimum hingga 50 km per jam dan dapat beroperasi selama 27 menit dengan baterai yang terisi penuh.

Scorpion 3 juga dapat beroperasi menggunakan baterai hybrid yang meningkatkan masa pengoperasiannya hingga dua jam. Menurut pihak Hoversurf, jika proyek ini berhasil, maka alat transportasi tersebut akan dipasarkan dengan yang fantastis, yaitu 150 ribu dolar AS atau setara Rp2 miliar.

Memang, ada prototipe hoverbike lain dalam karya, tetapi tidak satupun dari mereka yang telah melakukan apa yang telah dilakukan Scorpion-3, apalagi dengan pilot manusia sepanjang perjalanan. Sepertinya, Hoversurf suatu hari nanti bisa menjadi jawaban untuk mimpi para biker motor pencari adrenalin.

   
Penulis: