Punya 3 Skuter Listrik Terbaru, Peugeot Scooter Bakal Pasarkan di Indonesia?

Jakarta – Dunia kini perlahan beralih ke era kendaraan . Di Indonesia terutama, perkembangan kendaraan mulai memasuki babak baru usai pemerintah mengeluarkan aturan terkait kendaraan berbasis . Alhasil sejumlah pabrikan mulai menyiapkan amunisinya untuk meramaikan pasar dengan kendaraan-kendaraan , tak terkecuali Scooter. Kabarnya brand asal Perancis ini juga telah mempunyai beberapa skuter yang akan didatangkan ke Tanah Air.

Peugeot Scooter – www.autos.id

“Sebetulnya ada tiga yang sudah diluncurkan oleh Perancis. Waktu itu sudah ada di EICMA, modelnya adalah 2.0, E-Metropolis juga ada, sama E-Ludix,” ucap Satya Saptaputra, CEO Peugeot Motocycle Indonesia beberapa waktu lalu, seperti dilansir Otorider.

Lebih lanjut Satya menjelaskan jika semua model skutik listrik itu sebenarnya telah dipasarkan di Eropa. Tetapi kemungkinan untuk masuk ke Indonesia dalam waktu dekat menurutnya agak sulit. “Kelihatannya memang gampang, arah pemerintah sudah benar, kita harus masuk ke elektrik untuk environment. Cuma syarat-syaratnya tidak mudah, harus didukung sama produsen di Indonesia,” beber Satya.

Apabila kendaraan listrik tersebut diboyong ke Indonesia, Peugeot mengaku kesulitan memenuhi persyaratan terkait komponen lokal kendaraan listrik yang harus mencapai 40%. “Peraturan yang baru nomor 55 tahun 2019 itu menyatakan iya boleh CBU (completely built up), namun lokal konten tahun 2020 harus sudah 40 persen. Itu tantangan luar biasa untuk kami,” tuturnya.

Bahkan pada tahun 2024 mendatang, peraturan pemerintah mensyaratkan tingkat komponen dalam negeri sudah harus mencapai 60% dan 80% pada 2026 hingga seterusnya. “Karena kalau tidak ada komponen lokal produsennya di sini, bagaimana mau achieve di angka 40 persen. Jadi sebenarnya itu dulu yang harus dilihat. Jadi komponen harus siap di Indonesia,” ungkapnya.

Hal lain yang menurutnya paling penting untuk kendaraan listrik adalah komponen baterai. “Jika baterai sudah siap, habis itu penggeraknya sebenarnya peralihan dari bensin ke listrik tidak rumit karena baterai terus ada power control management sistem sama sudah modular,” ungkap Satya. Oleh sebab itu, ia berharap agar Indonesia sudah dapat membuat baterai untuk mendukung era kendaraan listrik di masa yang akan datang.

   
Penulis: