Yamaha DT, Motor Trail Populer Era Tempo Dulu

 1159 views

DT, merek motor ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi para penggemar adventure tahun 1970-an hingga 1980-an. Pasalnya, DT merupakan motor trail populer yang memang dikhususkan untuk menggaruk medan off-road yang kala itu didatangkan langsung dari negara asalnya, . Berikut varian Yamaha DT yang cukup populer.

Yamaha DT-1

Menurut beberapa sumber, Yamaha DT pertama kali diproduksi pabrikan Jepang pada tahun 1968. pertama yang dirilis kala itu adalah DT-1 dan diproduksi sekitar 12.000 unit. Motor dual purpose ini dibekali dengan 2-stroke, single cylinder, air-cooled, berkapasitas 246cc. Dengan modal tersebut, DT-1 atau Yamaha Trail 250 diklaim mampu menyemburkan daya maksimal 18,5 PS pada putaran 6.000 rpm melalui transmisi manual 5 percepatan.

Yamaha DT-1 – www.motorcycleclassics.com

 

Yamaha DT 100

Selain DT-1, Yamaha DT yang cukup populer di adalah model DT 100. Motor trail ini pertama kali meluncur ke pasar otomotif dalam negeri pada tahun 1976 silam dan bersaing ketat dengan Suzuki TS 100 dan juga Honda XL 100.

Yamaha DT 100 mengusung mesin berteknologi 2-langkah, berkasitas 97cc, silinder tunggal, berpendingin udara. Dengan bekal tersebut, motor enduro ini diklaim mampu menyemburkan torsi puncak 34,8 Nm pada putaran 8.500 rpm. Seperti diketahui, motor-motor trail umumnya memang didesain untuk memanjakan para pengguna di putaran bawah yang kaya akan torsi.

Sayangnya, memasuki era 1980-an, pamor DT 100 mulai meredup seiring kehadiran era motor roadster ala GL Series dari Honda dan juga RX Series yang diproduksi Yamaha. Pada tahun 1984, DT 100 pun resmi berhenti produksi di tengah lesunya penjualan motor penggaruk tanah di Indonesia.

Yamaha DT 100 – dwinugros.wordpress.com

 

Yamaha DT 125LC

Di samping model yang mengusung mesin 100cc dan 250cc, Yamaha juga menghadirkan model DT yang menggendong mesin berkapasitas 125cc. Dimunculkan pertama kali pada tahun 1985, varian DT 125LC ini dibekali dengan mesin tipe 2-stroke, single cylinder, reed valve, berkapasitas 123cc, berpendingin cairan. Dengan modal tersebut, DT 125LC disebut mampu meraih maksimal 14 HP pada putaran 6.500 rpm dan torsi puncak 15,2 Nm pada putaran 6.500 rpm.

Yamaha DT 125LC – yamahaclub.com

 

Yamaha DT 200R

Di rentang tahun 1984 hingga 1985, Yamaha juga merilis model DT yang mengusung mesin 200cc. Bernama DT 200R, motor ini dimodali dengan mesin tipe 2-stroke, single cylinder, berkapasitas 195cc, liquid-cooled. Dengan bekal tersebut, Yamaha DT 200R diklaim mampu memuntahkan tenaga maksimal 33 HP pada putaran 8.500 rpm dan torsi puncak menembus 23,5 Nm pada putaran 7.500 rpm.

Model berkapasitas 200cc ini sempat dihadirkan kembali pada era 1993 hingga 1996 yang kala itu bernama DT 200WR. Meski masih menggendong spesifikasi mesin yang identik, tetapi DT 200WR mengusung yang lebih eye catching dan , yang tampak pada bodi yang lebih ramping dengan buntut menungging, lampu depan kotak berukuran kecil, hingga tampilan warna yang lebih cerah, kombinasi antara biru dan putih.

Yamaha DT 200R – moto.zombdrive.com

 

   
Penulis: