Motor Klasik Honda CG125 Injeksi Terbaru Meluncur, Harganya Cuma Rp20 Jutaan

 14 views

Jakarta bergaya klasik CG terbaru 2020 rupanya sudah beredar di Vietnam. Classic CG125Fi yang diproduksi di China ini dilengkapi dengan bahan bakar elektronik dan dipasarkan dengan VND40 juta atau sekitar Rp24,6 jutaan.

Honda CG125 Injeksi – thanhnien.vn

Saudara Honda CB Series ini pertama kali meluncur di Indonesia tahun 1973 lewat sosok Honda CG110, kemudian tahun 1975 lahir CG125. Tetapi, karena penjualannya tidak selaris CB Series, Honda terpaksa menghentikan pemasaran motor Honda CG di Indonesia. Walaupun di Tanah Air kurang diterima dengan baik oleh pasar, ternyata Honda CG justru laris di negara lain seperti China.

Bahkan sampai sekarang Honda CG125 masih terus diproduksi oleh Honda Wuyang, produsen resmi motor Honda di China. “Honda CG125 yang diproduksi pun sudah mengalami berbagai update, pada versi terbarunya tahun 2020, Honda Wuyang menyematkan injeksi baru i-Fi pada motor tersebut. injeksi i-Fi diklaim lebih ramah lingkungan karena sudah memenuhi regulasi Euro 4,” seperti dilansir Gridoto.

Untuk urusan dapur pacu, Honda CG125 i-Fi menggunakan mesin 4 tak dengan kapasitas 125 cc single cylinder berpendingin udara. Mesin tersebut diklaim mampu menyemburkan tenaga hingga 9,7 dk pada 8.000 rpm dengan torsi maksimal 9,5 Nm pada 6.500 rpm. Mesin tersebut dipadukan dengan gearbox manual 5 percepatan yang menyalurkan tenaga lewat rantai ke roda belakang. Sistem pengapiannya memakai CDI serta sudah dilengkapi dengan electric starter.

Menurut pabrikan, Honda CG125Fi 2020 memiliki panjang 1.910 mm, tinggi 1.020 mm, tinggi sadel 760 mm dan bobot hanya 115 kg setara dengan versi lama. Tangki bahan bakar 13,3 liter dibentuk oleh garis keras. Honda CG125Fi 2020 dilengkapi garpu teleskopik di bagian depan dan peredam kejut ganda dengan pegas silindris di bagian belakang.

Perbedaan lainnya, CG125 terbaru memakai headlamp kotak yang lebih modern dibanding generasi sebelumnya yang masih berbentuk bulat. Panel instrumen juga masih menggunakan analog untuk memertahankan kesan klasiknya.

   
Penulis: