Keren, Motor Retro Terbaru Kawasaki W800 Unjuk Gigi di EICMA 2018

Milan memperkenalkan klasik terbaru mereka, W800 Cafe Racer dalam perhelatan bergengsi EICMA (Esposizione Internazionale Del Ciclo E Motociclo) 2018 di Milan, Italia, tanggal 6-11 November 2018. teranyar ini mengedepankan gaya klasik alias retro yang begitu digemari oleh para builder motor kustom luar negeri.

Kawasaki W800 Cafe Racer – www.pinterest.com

“W800 didesain dengan konsep Authentic Retro. klasiknya bisa dilihat dari tangki, bentuk knalpot yang melengkung, speedometer dengan analog, penggunaan lampu utama berbentuk bulat, hingga rangka belakang berbentuk melengkung yang bisa digunakan sebagai luggage hooks,” demikian seperti dilansir Rideapart.

Kawasaki W800 Cafe Racer dinilai mengusung yang bisa dibilang masih tertinggal dari model lainnya. Misalnya saja dari sektor pendinginan yang masih memakai pendingin udara. Dari sektor dapur pacu, W800 Cafe Racer mengusung 773 cc, air cooled, fuel injection parallel twin 177 cc SOHC, yang dipadukan dengan transmisi 5 percepatan, serta dilengkapi clutch slipper mewah-shmancy.

Lalu di bagian kaki-kaki, W800 Cafe Racer menggunakan suspensi dan garpu standar depan yang cantik, twin shocks aft yang mengedepankan gaya old school, tetapi disebut-sebut mempunyai kinerja yang baik. Selain itu, motor retro ini juga sudah dilengkapi pengereman anti-lock braking system (ABS). Mesin W800 disematkan dalam rangka ganda baru, dengan backbone yang bentuknya kotak dan terlihat lebih kaku, tetapi diklaim lebih ringan dari generasi sebelumnya.

Pihak Kawasaki mengungkapkan bahwa konsep gaya dari W800 Cafe Racer terinspirasi dari OG W1. Secara keseluruhan, Kawasaki W800 Cafe Racer merupakan sepeda motor bergaya retro klasik yang telah disematkan beberapa atau teknologi bernuansa modern. Kawasaki W800 Cafe Racer diperkirakan bakal dijual dengan USD 9.799 atau sekitar Rp 146 juta apabila dikonversi ke dalam rupiah.

Tak hanya W800 Cafe Racer, Kawasaki kabarnya juga menghadirkan 2 model motor sport dengan kapasitas mesin besar yang disebut-sebut mengusung sejumlah perubahan yang cukup signifikan dibandingkan terdahulunya.

   
Penulis: