Vespa Bonte: Mirip Congo Tapi Beda

 9533 views

Komunitas Vespa kian hari kian membesar. Penggemar kendaraan roda dua dari Italia ini tak hanya datang dari kalangan Bapak-Bapak atau Ibu-Ibu, namun juga dari kalangan anak muda baik perempuan dan laki-laki.

klasik yang merupakan produk dari otomotif Piaggio ini telah menjadi salah satu kendaraan yang tak lekang oleh waktu. Berkendara Vespa bernuansa klasik selalu mendatangkan sensasi tersendiri bagi penggunanya.

Berbagai dan tipe Vespa keluaran dari berbagai macam dekade memiliki penggemarnya masing-masing, Sebut saja Vespa Super tahun 1960-1970an yang memiliki jumlah penggemar yang paling besar di , juga Vespa PX dan PS sebagai yang lebih baru dengan teknologi kelistrikan yang lebih mutakhir dan mudah digunakan.

Modifikasi Vespa juga semakin variatif dari hari ke hari. Penggantian dan pembaruan serta sparepart, cat warna-warni ala retro, juga pemasangan sespan kian membuat jalan-jalan di kota-kota di Indonesia maupun dunia nampak ceria dan unik karenanya.

Salah satu Vespa yang termasuk jarang ditemui pemiliknya dan langka adalah Vespa Bonte. Vespa Bonte adalah suatu sebutan atau nama lain dari Vespa VBB tahun 1960-an. Vespa Bonte atau Vespa VBB memiliki morfologi yang mirip dengan Vespa Congo.

Vespa Bonte atau Vespa VBB 60’an memiliki beberapa jenis berdasarkan tahun kelahirannya, yaitu 1961, 1962, VBB1M dan tahun 1964, 1965 VBB2M. Namun banyak juga sumber yang menyebutkan vespa VBB ada juga yang di pada tahun 1963.

Banyak pecinta Vespa yang masih rancu akan perbedaan Vespa Bonte dan Vespa Congo, mengingat dari segi bodi kedua varian Vespa ini memang tergolong mirip. Namun apabila dicermati, Vespa Bonte atau VBB 60’an memiliki perbedaan yang cukup signifikan dengan Vespa Congo.

Perbedaan pertama ada pada lampu.Vespa Congo mempunyai lampu indikator atau lampu cabe di bagian atas speedometer, sementara Vespa Bonte mempunyai jengger ayam di atas speedometernya.

Perbedaan kedua adalah pada Speedometer. Speedometer vespa Congo  berbentuk kotak. hampir mirip dengan speedometer vespa VNB, namun lebih besar. Sedangkan Vespa Bonte atau Vespa mempunyai speedometer berbentuk oval seperti kerang.

Perbedaan Ketiga adalah pada saklar. Vespa Congo memiliki saklar yang terletak di handle sebelah kiri, sementara Vespa VBB tidak mempunyai saklar di sebelah kiri, melainkan benar-benar polos tidak ada satu saklar apapun.

Dari segi ukuran , Vespa Congo dan Vespa Bonte memiliki perbedaan. Vespa Congo memiliki ukuran ring 10, sedangkan untuk vespa VBB, menggunakan Ring 8.

Perbedaan selanjutnya adalah negara asal diproduksinya kedua Vespa tersebut. Berbeda dengan vespa VBB yang di produksi di negara asalnya yakni Italia, Vespa Congo diproduksi di negara Jerman.

Satu hal lagi yang sangat khas dan menjadi pembeda paling jelas antara Vespa Congo dan Vespa Bonte adalah tulisan pada BPKB Vespa Congo dan Vespa Bonte. Dalam Buku Pemilik Kendaraan Bermotor dari Vespa Congo, terdapat tulisan Ex Garuda 3, sementara pada Vespa Bonte tidak terdapat tulisan semacam itu.

Tulisan Ex Garuda 3 yang tertera pada BPKB Vespa Congo sendiri bertolak dari sejarah Vespa Congo yang merupakan hadiah bagi Pasukan Perdamaian Indonesia yang bernama Pasukan Garuda Indonesia pasca selesainya perang Perang Congo di Afrika. Pada Perang tersebut, Pada saat berlangsungnya Perang Congo, Pasukan Garuda Indonesia mendapatkan tugas terhormat sebagai pasukan perdamaian atas daulat PBB tanggal 31 Juli 1960 yang meminta Republik Indonesia untuk mengirimkan pasukannya guna menjadi bagian dari pasukan penjaga perdamaian di Negara Congo.

Kini seiring dengan kian bertambahnya para peminat Vespa klasik di Indonesia, harga Vespa yang notabene adalah barang langka bersejarah nan unik dan klasik semakin melambung, termasuk pada harga Vespa Bonte atau Vespa VBB 1960. Harga Vespa Bonte original dipatok oleh para pelapak di media sosial atau di jejaring komunitas Vespa pada kisaran yang beragam, mulai dari 20 hingga 30 jutaan sesuai dengan kondisi bodi dan mesin Vespa.

Namun, untuk kendaraan klasik dan bersejarah seperti Vespa, harga tentunya bukan lagi menjadi patokan utama dalam pertimbangan untuk memiliki sebuah Vespa. Sebab, Vespa bukan hanya sebuah kendaraan roda dua semata, melainkan sebuah Sejarah Yang Hidup.

   
Penulis: