Tantang NMAX dan Honda PCX, SYM Boyong Skuter 300cc ke Indonesia

 1495 views

Sepeda-.info – otomotif asal Taiwan, SYM, berencana mendatangkan skuter otomatis berukuran jumbo dengan kapasitas 300cc ke pasar Tanah Air. Skuter ini rencananya bakal dijadikan lawan secara head-to-head untuk model NMAX dan PCX versi Eropa yang terlebih dulu beredar.

SYM GTS 300i – thescootershop.net.au

Di pasar roda dua , motor produksi SYM sendiri didistribusikan oleh PT Sanyang Industri . Dan, khusus model skuter matik dengan mesin berkapasitas 300cc tersebut, model ini menurut bocoran bakal menggendong mesin 300cc, silinder tunggal, empat katup, bahan bakar EFI (electronical fuel injection), serta pendingin cairan. Tenaga mesin ini kemudian disalurkan ke roda belakang melalui gearbox CVT.

Untuk kenyamanan berkendara, motor 300cc itu juga bakal dilengkapi dengan tiga mode berkendara, yaitu Cruise, Normal, dan Sport yang bisa disesuaikan dengan kondisi jalan dan keinginan rider. Di samping itu, skuter ini juga disokong dengan port USB dan stop kontak dengan output 12 Volt, lampu depan LED proyeksi 3D hexagonal serta bagasi dengan volume luas di bawah jok.

“Jauh sebelum Yamaha NMAX atau MAXI Series beredar di Indonesia, SYM telah mengawali untuk menghadirkan skuter premium di Tanah Air,” ujar Sales & Marketing SYM Indonesia, Dadang Komara. “Dan, dalam waktu dekat ini, kami siap memboyong skuter jumbo yang membawa mesin berkapasitas 300cc.”

Dadang menambahkan, dalam memasarkan produk ke Indonesia, pihaknya memang harus bekerja ekstra keras. Pasalnya, di masyarakat masih beredar stigma bahwa produk Taiwan sama dengan produk buatan China. “Konsumen tahunya ini produk China, padahal buatan Taiwan. Produk China dan Taiwan itu sebenarnya berbeda,” sambung Dadang.

“Lewat pameran-pameran dan dealer, kami memberi tahu konsumen bahwa produk kami berbeda dan punya keunggulan dibandingkan produk dari China,” tambah Dadang. “Selain itu, untuk mendongkrak , SYM Indonesia juga mengadakan kegiatan komunitas dan turut serta dalam kegiatan motor buatan Eropa di Indonesia.”

   
Penulis: