Jadi Pesaing Kawasaki W175, GPX Legend 200 Hadir dengan Konsep Neo Sport Cafe

 4396 views

Bangkok – Selama ini di Indonesia, terutama untuk memang lebih didominasi oleh asal Jepang. Hal sama rupanya juga dialami oleh negara tetangga, yakni Thailand. Akan tetapi produk lokal di Thailand ternyata terus berkembang, hal ini terlihat dari peluncuran produk bernama GPX Legend 200 yang tampilannya sepintas mirip seperti Kawasaki W175 kustom.

GPX Legend 200 – phnompenhmotors.com

Motor GPX Legend 200 mengusung konsep retro tetapi masih dibekali -fitur yang serba modern, atau disebut neo sport cafe. “Nuansa klasik begitu kental pada motor ini dengan penggunaan lampu-lampu, spion, dan tangki yang cenderung membulat serta spion bar-end atau spion jalu. Striping GPX Legend 200 pun dibuat sederhana dan antik,” demikian seperti dilansir Otosia.

Karena gaya yang diusung adalah cafe racer, GPX Legend 200 mengedepankan desain yang cenderung kompak, gagah, dan bagian belakang motor dirancang melengkung layaknya ekor lebah serta dilengkapi stang clip on. Walaupun nuansanya sangat lekat dengan kesan klasik, fitur pada GPX Legend 200 rupanya cukup up to date. GPX Legend 200 dibekali pencahayaan berupa lampu LED headlight-taillight, instrumen panel kombinasi analog dan digital, suspensi depan upside down, dan suspensi belakang tabung.

Sesuai dengan nama yang diusung, motor pesaing Kawasaki W175 ini mengusung 1 silinder berkapasitas 197 cc oil cooled. Dilansir dari Khaosod.co.th, GPX Legend 200 dijual dengan THB 68500 atau sekitar Rp 29 jutaan jika dikonversikan dalam rupiah. Cukup bersaing bukan dengan sosok Kawasaki W175?

Motor Kawasaki W175 sendiri merupakan varian motor baru yang diperkenalkan PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) sejak beberapa waktu lalu. Kawasaki W175 sendiri adalah varian entry level dari lini produk W-series besutan Kawasaki. Sebelumnya, Kawasaki pernah mengenalkan W250 yang dulunya dinamakan Estrella dan Kawasaki W800. Di Indonesia motor Kawasaki W175 dijual dengan harga mulai Rp 29,8 juta berstatus on the road (OTR) DKI Jakarta.

   
Penulis: