Vespa Super, Varian Vespa yang Populer dan Kaya

 13961 views

Vespa Super merupakan varian skuter buatan Piaggio yang cukup populer di dunia, termasuk di Indonesia. Skuter yang diproduksi dalam rentang waktu tahun 1965 hingga 1979 tersebut dibagi menjadi dua varian menurut kapasitas mesinnya, yaitu 125cc dengan serial rangka VNC1T dan 150cc dengan serial rangka VBC1T, yang merupakan pengembangan dari Vespa 150 (VBB).

commons.wikimedia.org

 

Vespa Super awalnya dirancang dengan menggunakan pencampuran antara oli dan bensin dengan tangki terpisah (automatic fuelmix). Namun kenyataannya, bodi Vespa Super tidak cukup memadai untuk penempatan dua buah tangki, sehingga rancangan automatic fuelmix ini baru bisa diterapkan pada varian Vespa berikutnya, seperti pada Vespa PX.

Secara tampilan, Vespa Super mengusung yang lebih kecil jika dibandingkan Vespa Sprint. Skuter ini menggunakan lingkar roda berukuran 8, sedangkan Vespa Sprint menggunakan lingkar roda 10. Di samping itu, Vespa Super juga mengusung lima garis ventilasi udara pada engine cowl serta lis aluminium pada kedua tempongnya.

Untuk , Vespa Super 150 dibekali berkapasitas 145,5cc, 2-stroke, single cylinder. Dengan bekal tersebut, skuter ini mampu meletupkan tenaga hingga 7,7 hp pada putaran 5.000 rpm, serta mampu mencapai kecepatan maksimal hingga 90 km/jam.

Dalam perkembangannya, Vespa Super memiliki varian atau yang cukup kaya. Setidaknya, skuter ini melahirkan empat generasi dengan ciri khas masing-masing.

Vespa Super 66

Ini adalah generasi pertama Vespa Super yang lahir dalam rentang waktu 1966 hingga 1970. Ciri khas yang paling menonjol adalah bentuk Piaggo badge yang masih terpengaruh model Vespa tahun 1960-an, dengan bentuk persegi empat dan tulisan italic “Vespa Super” berbahan aluminium biru gelap. Meski dibuat dalam dua varian, bermesin 125cc dan 150cc, namun secara fisik, tidak ada perbedaan di antara keduanya.

Vespa Super 72

Generasi kedua ini dirilis pada tahun 1972 dengan beberapa perubahan. Salah satunya, mengusung model Piaggio badge berbentuk hexagonal (cung). Pada awal 1970-an , Vespa Super 72 sempat dipasarkan di Indonesia dalam bentuk CKD dan saat itu dibanderol dengan Rp248 ribu.

Vespa Super 74

Vespa Super generasi ketiga ini mengalami beberapa perubahan radikal. Di antaranya, perpaduan antara handlebar (stang) dan speedometer yang berbentuk oval, penggantian model Vespa writing pada bagian depan dan belakang yang berbentuk tegak, serta tail light (lampu belakang) yang juga digunakan Vespa Super generasi terakhir.

Vespa Super 78

Vespa Super 78 bisa dikatakan generasi terakhir Vespa Super. Skuter ini kembali menggunakan model speedometer yang pernah digunakan Vespa Super 66. Selebihnya, tampilan fisik Vespa 78 tidak jauh berbeda dengan Vespa Super 74.

   
Penulis: